• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, September 27, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Menakar Rencana Penerapan Skema Gross Split di Sektor Tambang Minerba

    Menakar Rencana Penerapan Skema Gross Split di Sektor Tambang Minerba

    Pemerintah Akan Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita, Harga Baru Segera Diumumkan

    Pemerintah Akan Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita, Harga Baru Segera Diumumkan

    Kabar Importir China Tunda Pembelian: Pukulan Ganda Bagi Ekspor Batubara Indonesia

    Kabar Importir China Tunda Pembelian: Pukulan Ganda Bagi Ekspor Batubara Indonesia

    Merger KAI-INKA Makin Dekat, Akuisisi Ditargetkan Tuntas November 2026

    Merger KAI-INKA Makin Dekat, Akuisisi Ditargetkan Tuntas November 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Menakar Rencana Penerapan Skema Gross Split di Sektor Tambang Minerba

    Menakar Rencana Penerapan Skema Gross Split di Sektor Tambang Minerba

    Pemerintah Akan Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita, Harga Baru Segera Diumumkan

    Pemerintah Akan Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita, Harga Baru Segera Diumumkan

    Kabar Importir China Tunda Pembelian: Pukulan Ganda Bagi Ekspor Batubara Indonesia

    Kabar Importir China Tunda Pembelian: Pukulan Ganda Bagi Ekspor Batubara Indonesia

    Merger KAI-INKA Makin Dekat, Akuisisi Ditargetkan Tuntas November 2026

    Merger KAI-INKA Makin Dekat, Akuisisi Ditargetkan Tuntas November 2026

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » Dengan Pembentukan Central Counterparty (CCP), BI Harap Bisa Perdalam Pasar Uang

Dengan Pembentukan Central Counterparty (CCP), BI Harap Bisa Perdalam Pasar Uang

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-08-13
0

Dengan Pembentukan Central Counterparty (CCP), BI Harap Bisa Perdalam Pasar Uang

wmhg.org – JAKARTA. Berbagai upaya telah dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk memperdalam pasar uang tanah air, termasuk transaksi valas. Mulai dari instrumen hingga infrastruktur baru terus diluncurkan bank sentral terkait hal tersebut.

Baru-baru ini, BI bersama bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta 8 bank yaitu Mandiri, BRI, BNI, BCA, CIMB Niaga, Danamon, Maybank, dan Permata menyepakati pengembangan Central Counterparty (CCP) di Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA).

Sebelumnya, BI juga telah menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)  yang menjadi sebuah instrumen moneter baru untuk menarik likuiditas valas. Melalui instrumen itu, BI optimistis bisa membuat nilai tukar rupiah bakal lebih stabil.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa keberadaan CCP ini sebagai pengembangan infrastruktur. Di mana, transaksi repo hingga derivatif bakal dilakukan di situ.

Baca Juga: Pengamat: Sudah Saatnya Ditjen Pajak Awasi Rekening Keuangan

Ia menjelaskan bahwa selama ini yang terjadi di pasar derivatif adalah adanya fragmentasi. Dalam hal ini, selama ini BI melihat hanya bank itu-itu saja yang melakukan transaksi di pasar uang karena relatif lebih mengenal satu dengan yang lain.

”Padahal bank-bank lain tuh sebenarnya punya peluang juga melakukan hal yang sama,  cuman mungkin karena dia tidak terlalu aktif dengan seperti yang lainnya, jadi dia agak sulit gitu pada saat dia mau transaksi yang repo ataupun derivatif lainnya,” ujar Destry kepada KONTAN, Selasa (13/8).

Lebih lanjut, Destry bilang bahwa kehadiran CCP ini juga bisa berdampak pada pasar valas dengan harapan transaksinya makin likuid. Bahkan, ia melihat tak hanya pasar valas, namun pasar rupiah juga bisa berkembang.

Namun, Destry menegaskan penguatan pasar valas yang dilakukan oleh BI baik melalui instrumen maupun infrastruktur bukan berarti kondisi likuiditas valas sedang tidak baik-baik saja. Ia menyebut kondisi likuiditas valas di Indonesia masih tetap terjaga.

”Ya so far masih aman ya, cadangan devisa kita kan bisa dilihat masih tinggi,” ujarnya.

Memang, kalau melihat likuiditas di perbankan, simpanan dalam bentuk valas masih tumbuh. Per Juni 2024, simpanan dalam bentuk valas ada senilai Rp 1.331 triliun, naik dari periode sama tahun lalu senilai Rp 1.113,3 triliun.

“kan market itu kan berkembang. Di Indonesia ini kan market kita masih dangkal terus, jadi memang harus ada terobosan, salah satunya dengan pengembangan ini.” tambahnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk Teuku Ali Usman bilang pihaknya turut mendukung adanya CCP ini.  Di mana, Bank Mandiri menjadi salah satu bank yang akan melakukan penyertaan modal CCP ini. 

Dengan adanya mekanisme ini, ia bilang bank-bank peserta dapat menjalankan transaksi valas dengan lebih aman dan efisien, serta mendukung stabilitas pasar keuangan di Indonesia.

Selain itu, Regulator juga dapat menjalankan fungsi pengawasannya dengan lebih baik berkat adanya sentralisasi data transaksi di dalam CCP.

“Kami berharap kehadiran CCP ini dapat mendukung inisiatif regulator dalam memperdalam dan memajukan pasar keuangan serta meningkatkan efisiensi risiko kredit,” ujar Ali.

Executive Vice President (EVP) Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F. Haryn bilang keterlibatan BCA di CCP PUVA merupakan wujud komitmen perseroan dalam pengembangan infrastruktur pasar keuangan (IPK) di Indonesia.

Ia juga menambahkan likuiditas valas BCA terjaga dalam posisi memadai, sejalan proyeksi pertumbuhan transaksi valuta asing, kondisi perekonomian domestik serta global, serta pergerakan nilai tukar rupiah.

Nilai DPK valas BCA per Juni 2024 tercatat mencapai Rp 75 triliun atau sekitar 6,7% dari total DPK perseroan. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) BCA per Juni 2024 tumbuh 5% YoY menjadi Rp 1.125 triliun.

“BCA berupaya memenuhi kebutuhan transaksi valas sesuai dengan kebutuhan nasabah dalam berbagai jenis mata uang,” tandasnya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Bank Indonesia, BEI, KPEI, dan 8 Bank Kembangkan Central Counterparty Pasar Uang dan Valas

Bank Indonesia, BEI, KPEI, dan 8 Bank Kembangkan Central Counterparty Pasar Uang dan Valas

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Revisi UU KADIN Disorot, Anindya Bakrie Ingin UMKM Naik Kelas

Revisi UU KADIN Disorot, Anindya Bakrie Ingin UMKM Naik Kelas

2026-09-25
PDBS dan Muhammadiyah Perkuat Kerja Sama Produk dan Layanan Perbankan Syariah

PDBS dan Muhammadiyah Perkuat Kerja Sama Produk dan Layanan Perbankan Syariah

2024-09-04
Dibanjiri Produk Impor, Kemenperin Akui Jumlah Tenaga Kerja di Industri TPT Berkurang

Dibanjiri Produk Impor, Kemenperin Akui Jumlah Tenaga Kerja di Industri TPT Berkurang

2024-08-08
Gara-Gara Masalah Ini, China Bekukan Aset 9 Perusahaan AS

Gara-Gara Masalah Ini, China Bekukan Aset 9 Perusahaan AS

2024-09-20
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Permintaan Masih Kuat

Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Permintaan Masih Kuat

2026-09-27
Harga Emas Antam 26 September 2026 Melonjak Rp 23.000

Harga Emas Antam 26 September 2026 Melonjak Rp 23.000

2026-09-27
Harga Emas Pegadaian 26 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,65 Juta

Harga Emas Pegadaian 26 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,65 Juta

2026-09-27
Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp 6,2 Triliun, Pengguna Utama Turis Asing

Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp 6,2 Triliun, Pengguna Utama Turis Asing

2026-09-27

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Satoshi Nakamoto Mulai Pindahkan Bitcoin?

Satoshi Nakamoto Mulai Pindahkan Bitcoin?

2026-09-27
0
Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Tembus Rp 1,50 Miliar, XRP Naik 11,45% Sepekan

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Tembus Rp 1,50 Miliar, XRP Naik 11,45% Sepekan

2026-09-27
0
Bitget Dibobol Rp 6,31 Triliun, Hacker Korea Utara Diduga Jadi Dalang

Bitget Dibobol Rp 6,31 Triliun, Hacker Korea Utara Diduga Jadi Dalang

2026-09-27
0
Prediksi Harga Pepe: 90% Dikuasai Whales, Investor Ritel Tunggu Breakout

Prediksi Harga Pepe: 90% Dikuasai Whales, Investor Ritel Tunggu Breakout

2026-09-27
0
Pemegang Bitcoin Mulai Ambil Untung, Harga BTC Bakal Anjlok?

Pemegang Bitcoin Mulai Ambil Untung, Harga BTC Bakal Anjlok?

2026-09-27
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Permintaan Masih Kuat

Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Permintaan Masih Kuat

2026-09-27
Harga Emas Antam 26 September 2026 Melonjak Rp 23.000

Harga Emas Antam 26 September 2026 Melonjak Rp 23.000

2026-09-27

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.