• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pemadaman Listrik Landa Pulau Jawa, Dirut PLN Ungkap Kendala Pasokan Batubara ke PLTU

    Pemadaman Listrik Landa Pulau Jawa, Dirut PLN Ungkap Kendala Pasokan Batubara ke PLTU

    Usulan Harga DMO Batubara Baru: Begini Hitungan Pengusaha dan Praktisi Tambang

    Usulan Harga DMO Batubara Baru: Begini Hitungan Pengusaha dan Praktisi Tambang

    Pemadaman Listrik Bergilir: PLN Akui Masalah Pembangkit, Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Pemadaman Listrik Bergilir: PLN Akui Masalah Pembangkit, Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Summarecon Perkuat Posisi Makassar sebagai Kota MICE Lewat GWC 2026

    Summarecon Perkuat Posisi Makassar sebagai Kota MICE Lewat GWC 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pemadaman Listrik Landa Pulau Jawa, Dirut PLN Ungkap Kendala Pasokan Batubara ke PLTU

    Pemadaman Listrik Landa Pulau Jawa, Dirut PLN Ungkap Kendala Pasokan Batubara ke PLTU

    Usulan Harga DMO Batubara Baru: Begini Hitungan Pengusaha dan Praktisi Tambang

    Usulan Harga DMO Batubara Baru: Begini Hitungan Pengusaha dan Praktisi Tambang

    Pemadaman Listrik Bergilir: PLN Akui Masalah Pembangkit, Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Pemadaman Listrik Bergilir: PLN Akui Masalah Pembangkit, Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Summarecon Perkuat Posisi Makassar sebagai Kota MICE Lewat GWC 2026

    Summarecon Perkuat Posisi Makassar sebagai Kota MICE Lewat GWC 2026

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » The Fed Gelar FOMC Pekan Depan, Begini Pengaruhnya ke Kinerja Reksadana

The Fed Gelar FOMC Pekan Depan, Begini Pengaruhnya ke Kinerja Reksadana

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-01-29
0

The Fed Gelar FOMC Pekan Depan, Begini Pengaruhnya ke Kinerja Reksadana

wmhg.org – JAKARTA. Keputusan the Fed di pertemuan pekan ini kemungkinan tidak berdampak signifikan bagi pergerakan aset reksadana. Pelaku pasar masih memantau lebih lanjut rencana pemangkasan suku bunga untuk tahun 2025.

Seperti diketahui, Federal Reserve alias the Fed dijadwalkan melangsungkan pertemuan pada 28-29 Januari 2025. Bank sentral Amerika Serikat (AS) itu kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,25% – 4,5%.

Pelaku pasar akan memantau pertemuan tersebut dengan cermat untuk mengetahui sinyal apa pun tentang rencana Fed untuk tahun 2025. Pada bulan Desember 2024 lalu, bank sentral mengindikasikan pemangkasan hanya dua pengurangan seperempat poin tahun ini.

Direktur PT Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto mengatakan, keputusan the Fed di pertemuan Januari kemungkinan tidak akan berpengaruh signifikan bagi pergerakan pasar. Hal itu karena pelaku pasar lebih mengkhawatirkan arah suku bunga selanjutnya.

Namun, jika berkaca pada pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) di Januari, reksadana pendapatan tetap dengan mayoritas surat utang negara relatif diuntungkan. Hal itu karena penurunan suku bunga dapat meningkatkan harga obligasi yang menjadi underlying asset dari reksadana pendapatan tetap.

‘’Dari pergerakan harga, reksadana pendapatan tetap dengan mayoritas obligasi negara mencatatkan kenaikan cukup baik, setelah berita BI Rate turun,’’ ujar Rudiyanto kepada Kontan.co.id, Senin (27/1).

Sementara itu, reksadana saham cenderung stagnan usai Bank Indonesia memangkas suku bunga. Kabar tersebut tidak berefek signifikan bagi pergerakan pasar saham yang tercermin dari IHSG, terutama anggota indeks IDX30 dan LQ45.

Rudiyanto mengamati, kinerja reksadana saham masih bergerak datar sejalan dengan dana asing yang belum berbalik ke pasar saham domestik. Terutama, saham-saham kategori indeks IDX30 dan LQ45 yang banyak menjadi portofolio aset reksadana saham di Indonesia.

Menurut Rudiyanto, reksadana saham akan lebih diuntungkan, jika dana asing masuk kembali ke Indonesia yang tercermin dari naiknya indeks saham pilihan dalam IDX30 dan LQ45. Tetapi, jika asing masih ragu masuk, maka perlu strategi stock picking berdasarkan fundamental saham tersebut.

Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi menjelaskan bahwa ditahannya suku bunga acuan The Fed akan menciptakan selisih suku bunga menyempit dengan Bank Indonesia. Jika sesuai ekspektasi, Fed Rate akan tetap di posisi 4,25%-4,5%, sedangkan BI Rate di posisi 5,75%.

Adapun dampak selisih suku bunga Fed dan BI yang menyempit antara lain bisa memicu pergerakan arus modal asing keluar dari Indonesia. Terjadinya arus keluar (outflow) akan berefek pada koreksi nilai tukar, serta menyeret pelemahan di saham dan obligasi.

Kendati demikian, Eri mencermati, sejauh ini pasar saham masih berkinerja cukup positif di kondisi suku bunga acuan BI dan Fed berpotensi kian menyempit. Sementara itu, pasar obligasi bergerak cenderung datar.

Pelemahan pasar saham sebelumnya dinilai lebih dipengaruhi kekhawatiran perang dagang yang disampaikan oleh Donald Trump. Presiden AS terpilih itu akan menjalankan kebijakan pro pertumbuhan ekonomi AS dan anti emerging market.

‘’Pasar saham juga tergantung ekonomi secara keseluruhan, pertumbuhan PDB ataupun pertumbuhan laba dari perusahaan terkait,’’ ujar Eri kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Eri memandang bahwa arah suku bunga global memang belum cukup jelas. Namun kepastian arah bunga tersebut lebih kepada besaran pemangkasan suku bunga, bukan lagi memperdebatkan suku bunga bakal naik atau turun.

Kemungkinan terburuknya, jika suku bunga The Fed masih bertahan tinggi dalam jangka waktu lama atau disebut higher for longer, maka reksadana berbasis obligasi bisa dilirik. Terutama bagi investor yang baru masuk bisa mendapatkan posisi harga sedikit lebih mudah dan yield lebih tinggi.

‘’Saya rasa dengan higher for longer artinya para investor yang mau masuk ke pasar modal, khususnya di pasar obligasi, harusnya masih bisa berkesempatan mendapatkan imbal hasil lebih tinggi,’’ sebut Eri.

Berdasarkan data Infovesta, Reksadana pasar uang mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan tertinggi selama 2024. Indeks reksadana pasar uang mencatat pertumbuhan return sebesar 4,63% ytd, disusul pertumbuhan indeks Reksadana Pendapatan Tetap sebesar 3,30% ytd.

Sementara itu, reksadana campuran dan reksadana saham tercatat koreksi. Indeks reksadana campuran melaporkan return turun 1,05% ytd, sedangkan indeks reksadana saham imbal hasilnya merosot 8,87% ytd selama 2024.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Garis Pantai Tangerang Makin Terkikis, Pemerintah Diminta Segera Bangun Giant Sea Wall

Garis Pantai Tangerang Makin Terkikis, Pemerintah Diminta Segera Bangun Giant Sea Wall

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Profil Jerry Hermawan Lo, Pengusaha Sukses Pemilik Bisnis JHL Group

Profil Jerry Hermawan Lo, Pengusaha Sukses Pemilik Bisnis JHL Group

2024-08-01
Kabut Asap Berpotensi Rugikan Malaysia hingga Rp 6,59 Triliun per Bulan

Kabut Asap Berpotensi Rugikan Malaysia hingga Rp 6,59 Triliun per Bulan

2026-10-16
Dari Anggota PNM Mekaar Naik Kelas jadi BRILink Agen, Intip Kisah Ragaia Wanita Tangguh di Pulau Arar Papua Barat Daya

Dari Anggota PNM Mekaar Naik Kelas jadi BRILink Agen, Intip Kisah Ragaia Wanita Tangguh di Pulau Arar Papua Barat Daya

2026-10-13
Runvestasi, Cara BCA Ajak Generasi Muda Wealth Life Balance

Runvestasi, Cara BCA Ajak Generasi Muda Wealth Life Balance

2026-10-15
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Anjlok, Inflasi Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Anjlok, Inflasi Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

2026-10-16
Harga Emas Antam Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun Rp 13.000

Harga Emas Antam Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun Rp 13.000

2026-10-16
Harga Emas Dunia Anjlok, Inflasi Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Mata Uang Global Menguat, Harga Referensi Emas Anjlok

2026-10-16
Harga Emas Pegadaian Kamis 15 Oktober 2026, Antam Tembus Rp 2,6 Juta

Harga Emas Pegadaian Kamis 15 Oktober 2026, Antam Tembus Rp 2,6 Juta

2026-10-16

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Michael Saylor: Bull Run Bitcoin Dimulai, Bisa Tembus US$ 100.000

Michael Saylor: Bull Run Bitcoin Dimulai, Bisa Tembus US$ 100.000

2026-10-16
0
Harga Kripto 15 Oktober 2026: Bitcoin Tembus Rp 1,46 Miliar dan Zcash Melonjak 7,98%

Harga Kripto 15 Oktober 2026: Bitcoin Tembus Rp 1,46 Miliar dan Zcash Melonjak 7,98%

2026-10-16
0
Bank Terbesar di Rusia Kantongi Izin Layani Transaksi Kripto

Bank Terbesar di Rusia Kantongi Izin Layani Transaksi Kripto

2026-10-16
0
BitMEX Digugat Investor Inggris, Dituntut Kembalikan 324,8 Bitcoin

BitMEX Digugat Investor Inggris, Dituntut Kembalikan 324,8 Bitcoin

2026-10-16
0
Prediksi Ekstrem Harga Chainlink dari Microsoft Copilot

Prediksi Ekstrem Harga Chainlink dari Microsoft Copilot

2026-10-16
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Anjlok, Inflasi Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Anjlok, Inflasi Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

2026-10-16
Harga Emas Antam Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun Rp 13.000

Harga Emas Antam Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun Rp 13.000

2026-10-16

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.