• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, Agustus 3, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Harga Batubara Acuan (HBA) Menguat, PTBA Andalkan Strategi Penjualan Adaptif

    Harga Batubara Acuan (HBA) Menguat, PTBA Andalkan Strategi Penjualan Adaptif

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Harga Batubara Acuan (HBA) Menguat, PTBA Andalkan Strategi Penjualan Adaptif

    Harga Batubara Acuan (HBA) Menguat, PTBA Andalkan Strategi Penjualan Adaptif

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Setelah Saham RATU, Ini 4 Saham IPO yang Masih Menerima Pemesanan

Setelah Saham RATU, Ini 4 Saham IPO yang Masih Menerima Pemesanan

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-01-07
0

Setelah Saham RATU, Ini 4 Saham IPO yang Masih Menerima Pemesanan

wmhg.org – JAKARTA. Penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) dan PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) ditutup pada Senin 6 Januari 2025. Masih ada IPO saham lain yang bisa dicermati investor pada awal Januari 2025 ini. 

Hingga saat ini, masih ada empat perusahaan yang antre di daftar IPO untuk mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lalu, IPO saham apa saja yang perlu dipantau investor?

Berikut empat calon emiten yang bakal listing pada bulan Januari 2025, yakni pada pekan ini hingga pekan depan:

Baca Juga: Hari Ini (6/1) Penawaran Akhir IPO Saham KSIX & RATU, Cek Jadwal IPO Lainnya

1. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)

  • Jumlah saham yang ditawarkan: 882,35 juta saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO
  • Harga penawaran: Rp 230 per saham
  • Estimasi dana yang terhimpun: Rp 202,94 miliar
  • Masa penawaran umum (offering): 3 – 9 Januari 2025
  • Tanggal distribusi saham: 10 Januari 2025
  • Tanggal pencatatan (listing) di BEI: 13 Januari 2025.

2.  PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT)

  • Jumlah saham yang ditawarkan: 170 juta saham atau 28,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO
  • Harga penawaran: Rp 350 per saham
  • Estimasi dana yang terhimpun: Rp 59,50 miliar
  • Waran: OBAT juga menerbitkan sebanyak 85 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru, dengan rasio 2:1, setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I.
  • Masa penawaran umum (offering) saham: 3-9 Januari 2025 
  • Tanggal distribusi saham: 10 Januari 2025
  • Tanggal pencatatan (listing) di BEI: 13 Januari 2025.

3. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

  • Jumlah saham yang ditawarkan: 566,89 juta saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO
  • Harga penawaran: Rp 4.060 per saham
  • Estimasi dana yang terhimpun: Rp 2,30 triliun
  • Masa penawaran umum (offering): 3 – 9 Januari 2025
  • Tanggal distribusi saham: 10 Januari 2025
  • Tanggal pencatatan (listing) di BEI: 13 Januari 2025.

4. PT Hero Global Investment Tbk (HGII)

  • Jumlah saham yang ditawarkan: 1,3 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
  • Harga penawaran: Rp 200 per saham
  • Estimasi dana yang terhimpun: Rp 260 miliar
  • Masa penawaran umum (offering): 3 Januari – 7 Januari 2025
  • Tanggal distribusi saham: 8 Januari 2025
  • Tanggal pencatatan (listing) di BEI: 9 Januari 2025.

Tonton: Resmi, Pembeli Berhak Minta Pengembalian Kelebihan PPN 12%

Catatan & Rekomendasi Analis

Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto melihat secara makro, ramainya IPO di awal tahun menggambarkan optimisme dunia usaha terhadap prospek ekonomi nasional. Dari sisi investor, hadirnya saham-saham baru bisa menawarkan alternatif yang lebih beragam.

Selain analisa terhadap masing-masing calon emiten, Eko menyarankan untuk memilah sektor usaha yang bisa membawa sentimen positif baik saat ini maupun di masa depan. Sektor yang sedang dibutuhkan dan akan menjadi tren ke depan harus menjadi prioritas, karena membeli saham adalah membeli kinerja ke depan berdasarkan kondisi saat ini, ungkap Eko kepada Kontan.co.id, Senin (6/1).

Research Associate Lotus Andalan Sekuritas Hans Jervis memprediksi ramainya IPO pada awal tahun 2025 bakal mendapat sambutan positif dari pelaku pasar. Antusiasme investor terhadap saham-saham anyar bisa lebih tinggi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih sideways cenderung melemah.

Pelemahan IHSG tersebut sejalan dengan tertekannya sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang biasanya menjadi favorit investor dan penggerak indeks.

Sehingga IPO di awal tahun 2025 ini dianggap bisa menjadi alternatif bagi investor, jelas Hans.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo sepakat, IPO di awal tahun ini terasa lebih meriah lantaran ada sejumlah calon emiten yang menarik perhatian investor. Terutama calon emiten dengan market cap cukup besar, serta merupakan anak usaha dari emiten yang cukup ternama.

Adapun, dua calon emiten yang cukup membetot perhatian pasar adalah RATU yang merupakan anak dari RAJA serta CBDK anak dari PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Community Lead Indo Premier Sekuritas Angga Septianus mengamati sebagai emiten yang terafiliasi dengan konglomerasi, IPO yang dilakukan RATU dan CBDK akan menarik perhatian pasar. 

Selain itu, IPO keduanya juga bakal memberikan sentimen positif bagi emiten induknya. Menurut Angga, RATU dan CBDK punya prospek menarik sebagai pilihan trading untuk jangka pendek hingga jangka menengah.

Sambil memantau progres selanjutnya dari aksi korporasi yang akan dilakukan oleh emiten bersangkutan. Jika ada aksi korporasi maka kenaikan lanjutan dapat terjadi, kata Angga.

Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy mengamini, RATU dan CBDK bisa menjadi pilihan menarik. Keduanya memiliki prospek kinerja yang apik, aset yang cukup besar, serta dukungan atau sinergi dengan induk usaha.

Hal ini juga bisa diikuti euforia para investor terhadap kedua saham tersebut, ungkap Abdul Haq.

Abdul Haq lantas menyoroti adanya rumor yang mengait-ngaitkan pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu sebagai anchor investor dalam IPO RATU. Rumor ini telah menambah daya tarik RATU. Sementara prospek CBDK bakal terdongkrak oleh pengembangan proyek Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).

Selain RATU dan CBDK, Abdul Haq menjagokan BRRC yang menyertakan waran gratis sebagai insentif. Abdul Haq bahkan sudah memiliki kalkulasi target harga untuk ketiga saham tersebut. Target harga RATU berada di Rp 2.500, CBDK di Rp 10.300 dan BRRC pada Rp 260.

Hans melirik CBDK, sebagai pertimbangan investasi jangka panjang. Penopang prospek CBDK adalah insentif di sektor properti, pengembangan MICE, serta landbank yang luas. Selain itu, dukungan dari PANI yang dimiliki oleh Agung Sedayu Grup milik konglomerat Aguan dan Salim Grup menjadi penyokong prospek CBDK. 

Mempertimbangkan valuasi dan kinerja, Abdul Azis melirik saham RATU, CBDK dan OBAT yang terbilang kompetitif dibandingkan dengan peers di sektor bisnisnya. Sementara itu, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menjagokan KSIX, HGII dan BRRC. 

Arjun mempertimbangkan faktor fundamental serta harga IPO yang relatif murah dari ketiga calon emiten tersebut. Kemudian, penggunaan modal dari dana hasil IPO lebih dialokasikan ke arah ekspansi. Pertimbangan lainnya, katalis secara sektoral juga mendukung, seperti HGII yang akan ekspansi di bisnis energi baru dan terbarukan.

Sedangkan Eko mengingatkan agar pelaku pasar tidak terjebak dalam volatilitas kencang saham IPO. Secara rata-rata, harga saham setelah IPO bisa naik hingga 20%. Namun perlu diingat, harga saham bisa anjlok cukup signifikan, terutama pada emiten yang secara fundamental tidak apik.

Apabila sudah berhasil mendulang cuan, Eko menyarankan untuk tidak serakah (greedy) dalam mengejar untung.

Jadi kalau di hari IPO sudah naik 20%, sebaiknya nggak masuk lagi. Untuk saham-saham yang fundamental kurang bagus, sebaiknya jangan ambil untung terlalu tinggi, tandas Eko.

Baca Juga: Setahap Lagi Jadi Pegawai Pemerintah, Isi DRH NI PPPK 2024 Di Sscasn.bkn.go.id

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Daftar Kode Kelulusan CPNS 2024 dan Artinya, Lulus atau Tidak?

Daftar Kode Kelulusan CPNS 2024 dan Artinya, Lulus atau Tidak?

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Ini Skema PNM Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga

Ini Skema PNM Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga

2026-08-01
Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial di IKN Ditargetkan Rampung 2027

Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial di IKN Ditargetkan Rampung 2027

2026-08-03
Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

2024-08-16
Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

2024-08-16
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Pegadaian Anjlok Sabtu 1 Agustus 2026, Antam Rp 2.708.000 per Gram

Harga Emas Pegadaian Anjlok Sabtu 1 Agustus 2026, Antam Rp 2.708.000 per Gram

2026-08-03
Kemendag Ungkap Penyebab Harga Emas Kembali Turun

Kemendag Ungkap Penyebab Harga Emas Kembali Turun

2026-08-03
Perjalanan Harga Emas Antam Sepekan: Lonjakan Tajam hingga Turun Drastis

Perjalanan Harga Emas Antam Sepekan: Lonjakan Tajam hingga Turun Drastis

2026-08-03
Nilai Tukar Yen Terpuruk, AS Dikabarkan Turun Tangan Borong Mata Uang Jepang

Nilai Tukar Yen Terpuruk, AS Dikabarkan Turun Tangan Borong Mata Uang Jepang

2026-08-03

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Rusia Melarang Penambangan Kripto di Moskow

Rusia Melarang Penambangan Kripto di Moskow

2026-08-03
0
Harga Kripto Hari Ini 2 Agustus 2026: Bitcoin Bertahan di US$ 62.900

Harga Kripto Hari Ini 2 Agustus 2026: Bitcoin Bertahan di US$ 62.900

2026-08-03
0
Dikabarkan Jual Bitcoin Rp 90,17 Triliun, Begini Respons Bos Strategy

Dikabarkan Jual Bitcoin Rp 90,17 Triliun, Begini Respons Bos Strategy

2026-08-03
0
Insiden Coldcard Guncang Kepercayaan Investor, Sentimen Bitcoin Merosot

Insiden Coldcard Guncang Kepercayaan Investor, Sentimen Bitcoin Merosot

2026-08-03
0
Volume Transaksi Kripto Korea Selatan Anjlok 54,6% di Semester I 2026

Volume Transaksi Kripto Korea Selatan Anjlok 54,6% di Semester I 2026

2026-08-03
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Pegadaian Anjlok Sabtu 1 Agustus 2026, Antam Rp 2.708.000 per Gram

Harga Emas Pegadaian Anjlok Sabtu 1 Agustus 2026, Antam Rp 2.708.000 per Gram

2026-08-03
Kemendag Ungkap Penyebab Harga Emas Kembali Turun

Kemendag Ungkap Penyebab Harga Emas Kembali Turun

2026-08-03

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.