• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Sektor Energi Sedang Ambruk, Cermati Rekomendasi Saham yang Masih Menarik Dilirik

Sektor Energi Sedang Ambruk, Cermati Rekomendasi Saham yang Masih Menarik Dilirik

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-02-12
0

Sektor Energi Sedang Ambruk, Cermati Rekomendasi Saham yang Masih Menarik Dilirik

wmhg.org – JAKARTA. Pergerakan saham di sektor energi sedang ambruk. Indeks saham sektor energi (IDX Energy) ambles sedalam 3,18% pada perdagangan Selasa (11/2).

Posisi indeks sektor energi sudah ada di posisi turun 6,21% secara year to date (YtD). Padahal, pada perdagangan Rabu (5/2), IDX Energy masih surplus, dengan mengakumulasi kenaikan 7,30% (YtD).

Artinya, sektor energi sudah ambles sedalam 13,51% hanya dalam sepekan terakhir. Gerak menukik sektor energi pun semakin menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah terjun bebas.

Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas Muhammad Thoriq Fadilla menyoroti kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang cenderung mendukung energi fosil semestinya membawa sentimen positif bagi sektor energi.

Hanya saja, potensi lonjakan produksi minyak dan gas (migas) di AS akan membuat surplus pasokan di pasar global.

Padahal, permintaan masih melemah, terutama dari negara-negara industri utama seperti China. Situasi ini bisa menekan prospek harga minyak mentah global.

Harga minyak dunia pada 2025 diproyeksikan anjlok 8% dari tahun lalu, di tengah proyeksi pertumbuhan produksi yang melampaui permintaan global, kata Thoriq kepada Kontan.co.id, Selasa (11/2).

Bergeser ke komoditas batubara, prospek harganya tak jauh berbeda. Outlook harga batubara global berpotensi melandai, sejalan dengan tingkat permintaan dari China yang kemungkinan akan moderat. Harga batubara saat ini pun cenderung bergerak turun ke area US$ 105 per ton.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas turut memperkirakan harga batubara berpeluang melanjutkan pelemahan hingga ke level US$ 100 per ton. Apalagi jika pasokan batubara terus meningkat.

Sementara untuk outlook harga minyak mentah, skenario pelemahan memungkinkan harga bergerak ke level US$ 67 – US$ 69 per barel. Sedangkan jika kembali melaju, harga minyak mentah akan bergerak di area US$ 75 – US$ 77 per barel.

Selain sentimen eksternal dari dinamika pasar dan harga komoditas global, tekanan pada sektor energi juga tak lepas dari faktor domestik.

Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas Tristan Elfan Zulvanian Rifky menyoroti faktor signifikan lain yang menekan sektor energi adalah efek dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada pekan lalu, MSCI mengumumkan tiga saham milik taipan Prajogo Pangestu tidak akan masuk ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index pada review Februari ini.

Ketiga saham itu adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

CUAN dan PTRO merupakan konstituen sektor energi. Pelemahan signifikan keduanya pada akhir pekan lalu turut menekan indeks sektor energi.

Hingga Selasa (11/2), harga CUAN masih meneruskan pelemahan. Sementara PTRO sempat berbalik naik, tapi merosot kembali.

Penurunan saham yang signifikan merupakan hal yang di luar prediksi. Dampak dari isu tidak masuk ke MSCI Index memang berpengaruh pada likuiditas, namun tidak berpengaruh terhadap fundamental, ungkap Tristan.

Sedangkan Thoriq menambahkan, pelemahan harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut memberikan dampak yang signifikan. Emiten dari Grup Sinar Mas ini merupakan saham dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di sektor energi, sehingga memberikan bobot yang besar terhadap penurunan indeks.

Meski telah turun signifikan, tapi Thoriq meyakini performa negatif sektor energi tidak akan berlangsung lama. Thoriq memperkirakan sentimen negatif yang sedang mengiringi sektor energi hanya berlangsung jangka pendek hingga jangka menengah.

Hanya saja, investor harus semakin berhati-hati dan selektif dalam memilih saham, apalagi di tengah performa IHSG yang sedang mengalami tekanan hebat. Thoriq pun menyarankan buy saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di area Rp 1.630, untuk target harga Rp 1.715 dan stoploss di Rp 1.575.

  PGAS Chart by TradingView

Sedangkan Tristan masih melihat saham CUAN dan PTRO masih layak diperhatikan, mempertimbangkan fundamental dan prospek bisnis ke depan. Tetapi, dalam kondisi saat ini investor perlu ekstra berhati-hati dengan menyesuaikan tingkat risiko masing-masing.

Sukarno melirik saham PTRO sebagai pilihan trading buy untuk jangka pendek. Namun secara umum, Sukarno menyarankan wait and see terlebih dulu terhadap saham di sektor energi.

Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IDX Energy saat ini berada dalam fase downtrend. Namun dalam timeframe jangka panjang, IDX Energy masih berpotensi uptrend. Dus, investor bisa tetap mengoleksi saham energi, tapi secara selektif.

Herditya menyarankan trading buy saham PGAS mencermati support Rp 1.580 untuk target harga Rp 1.650 – Rp 1.685. Kemudian, speculative buy PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan memperhatikan support Rp 1.030 untuk target harga Rp 1.175 – Rp 1.230 per saham.

Sementara itu, Analis Indo Premier Sekuritas Reggie Parengkuan dan Ryan Winipta dalam riset Januari 2025 lalu masih mempertahankan penilaian yang defensif terhadap saham-saham emiten batubara. Reggie dan Ryan lebih melirik saham batubara yang berpotensi tetap membagi dividen tinggi.

Reggie dan Ryan menyarankan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Rp250 T Bansos Hilang? Rocky Gerung Pertanyakan Pengakuan Mengejutkan Luhut Binsar

Rp250 T Bansos Hilang? Rocky Gerung Pertanyakan Pengakuan Mengejutkan Luhut Binsar

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
BRI Jalin Kerja Sama dengan Manulife Indonesia Guna Permudah Pembayaran Premi Asuransi

BRI Jalin Kerja Sama dengan Manulife Indonesia Guna Permudah Pembayaran Premi Asuransi

2024-07-25
Lippo Karawaci (LPKR) Raih Marketing Sales Rp 3,14 Triliun pada Semester I 2024

Lippo Karawaci (LPKR) Raih Marketing Sales Rp 3,14 Triliun pada Semester I 2024

2024-07-31
Konflik PBNU Vs PKB, Menyedihkan! Harusmya Bersatu Demi Umat, Terpecah Hanya karena Politik

Konflik PBNU Vs PKB, Menyedihkan! Harusmya Bersatu Demi Umat, Terpecah Hanya karena Politik

2024-07-31
Industri Tembakau Makin Tertekan, Penerimaan Negara Terancam

Industri Tembakau Makin Tertekan, Penerimaan Negara Terancam

2025-05-29
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

2026-07-13
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-06-25

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

2026-07-13
0
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
0
Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

2026-06-25
0
Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

2026-06-25
0
Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

2026-06-25
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

2026-07-13
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.