• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Agustus 30, 2025
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Penjualan Naik, Hatten Bali (WINE) Optimistis Raup Rp 324 Miliar pada 2025

    Penjualan Naik, Hatten Bali (WINE) Optimistis Raup Rp 324 Miliar pada 2025

    Cek Strategi Bisnis & Ekspansi Spindo (ISSP) Pasca Cetak Laba Rp 213,36 Miliar

    Cek Strategi Bisnis & Ekspansi Spindo (ISSP) Pasca Cetak Laba Rp 213,36 Miliar

    TBS Energi Utama (TOBA) Bidik Aset Pengolahan Limbah di Asia Tenggara untuk Diakusisi

    TBS Energi Utama (TOBA) Bidik Aset Pengolahan Limbah di Asia Tenggara untuk Diakusisi

    Investasi Nikel Turun di Tengah Pengurangan Produksi Smelter Nikel China

    Investasi Nikel Turun di Tengah Pengurangan Produksi Smelter Nikel China

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Penjualan Naik, Hatten Bali (WINE) Optimistis Raup Rp 324 Miliar pada 2025

    Penjualan Naik, Hatten Bali (WINE) Optimistis Raup Rp 324 Miliar pada 2025

    Cek Strategi Bisnis & Ekspansi Spindo (ISSP) Pasca Cetak Laba Rp 213,36 Miliar

    Cek Strategi Bisnis & Ekspansi Spindo (ISSP) Pasca Cetak Laba Rp 213,36 Miliar

    TBS Energi Utama (TOBA) Bidik Aset Pengolahan Limbah di Asia Tenggara untuk Diakusisi

    TBS Energi Utama (TOBA) Bidik Aset Pengolahan Limbah di Asia Tenggara untuk Diakusisi

    Investasi Nikel Turun di Tengah Pengurangan Produksi Smelter Nikel China

    Investasi Nikel Turun di Tengah Pengurangan Produksi Smelter Nikel China

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Mata Uang Asia Diproyeksi Tetap Kuat di Tengah Sikap Lunak Donald Trump

Mata Uang Asia Diproyeksi Tetap Kuat di Tengah Sikap Lunak Donald Trump

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-01-27
0

Mata Uang Asia Diproyeksi Tetap Kuat di Tengah Sikap Lunak Donald Trump

wmhg.org – JAKARTA. Mata uang Asia diproyeksi tetap kuat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pekan ini. Sikap lunak Donald Trump terhadap tarif impor dan suku bunga menjadi katalis positif bagi pasar nilai tukar.

Berdasarkan data Bloomberg, mayoritas mata uang Asia kompak menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah sendiri ditutup menguat 0,69% secara harian ke level Rp 16.172 per dolar AS.

Secara keseluruhan, per Jumat (24/1) hingga pukul 15.00 WIB, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia sebesar 1,15%. Selanjutnya, baht Thailand melesat 0,79% dan peso Filipina ditutup menanjak 0,62%.

Yuan China dan dolar Singapura terpantau sama-sama terkerek naik 0,49%. Berikutnya, yen Jepang terangkat 0,41%. Disusul, won Korea Selatan yang terapresiasi 0,38% dan dolar Taiwan yang sudah ditutup terangkat 0,29%. Kemudian, rupee India naik 0,23% dan dolar Hongkong menguat tipis 0,03% terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mencermati, mata uang Asia pada umumnya menguat terhadap dolar berkat sikap Trump yang lebih lunak pada China. Presiden AS ke-47 tersebut lebih menginginkan terjadinya kesepakatan daripada penerapan tarif impor.

Dalam pidato pelantikannya, Senin (20/1), Trump tidak memberlakukan tarif impor pada hari pertama ia menjabat seperti yang ditegaskan sebelumnya. Trump akan menerapkan tarif impor pada Kanada dan Meksiko sebesar 25% mulai 1 Februari 2025.

Spesifik ke China, Trump memberlakukan tarif impor hanya sebesar 10%. Besaran tarif impor tersebut jauh lebih rendah daripada ancaman sebelumnya sebesar 60%.

Pelemahan signifikan dolar AS turut dipengaruhi oleh pernyataan Trump yang menginginkan suku bunga Amerika diturunkan. Hal itu disampaikan Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Swiss pada hari Kamis (23/1).

‘’Pelemahan dolar AS disebabkan oleh sikap Trump terhadap suku bunga diperkirakan tidak akan berlanjut terlalu lama,’’ kata Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (27/1).

Lukman menambahkan, investor juga menyadari apabila kebijakan Trump lainnya yang pro-growth justru berseberangan dengan keinginannya. Namun, tentunya the Fed sebagai badan independen tidak bisa didikte dalam kebijakan mereka.

Sementara itu, keputusan Bank of Japan (BoJ) mengerek suku bunga 25 bps ke 0,5% hanya sedikit berimbas pada pergerakan mata uang regional Asia. Keputusan tersebut pun sudah jauh hari diantisipasi investor.

Menurut Lukman, sentimen risk-on di pasar Asia lebih disebabkan oleh langkah-langkah pemerintah China yang mendukung pasar saham mereka. Namun data PMI Manufaktur China terbaru yang lebih lemah dari harapan telah membebani mata uang asia hari ini.

‘’Investor masiih berharap dan mengantisipasi langkah-langkah lunak terhadap China, dan itu masih akan mendukung mata uang Asia,’’ imbuh Lukman.

Data ekonomi Amerika bakal menjadi perhatian saat ini yakni dari PDB AS kuartal IV-2024 dan inflasi Price Consumption Expenditure (PCE) AS yang akan diliris pekan ini. Di samping itu, investor menantikan keputusan suku bunga Fed pada FOMC the Fed 28-29 Januari 2025.

Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuabi mengamati, pelemahan indeks dolar dipengaruhi oleh Trump yang akan menuntut OPEC+ untuk turunkan biaya minyak mentah, serta mendesak bank sentral global untuk memangkas suku bunga. Trump juga meminta Riyadh untuk meningkatkan paket investasi AS menjadi US$1 triliun, naik dari US$600 miliar.

Di samping itu, Bank of Japan telah mengerek suku bunga 25 bps seperti harapan pasar, tetapi memperkirakan inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat di tahun-tahun mendatang. Bank Sentral Jepang turut memberikan sinyal adanya kenaikan lebih lanjut.

‘’BoJ memperingatkan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga lebih lanjut jika perkiraan ekonominya terpenuhi, menawarkan salah satu sinyal paling jelas tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut,’’ ungkap Ibrahim dalam risetnya, Jumat (24/1).

Kendati demikian, perlu diwaspadai dolar AS berpotensi kembali digdaya dengan adanya kemungkinan pembatasan perdagangan baru. Pasar tetap bersikap hati-hati walau adanya penundaan tarif impor yang dilancarkan Donald Trump.

Terkhusus rupiah, Ibrahim meyakini tren positif kemungkinan masih berlanjut di perdagangan pekan ini. Di perdagangan Kamis, (30/1), rupiah mungkin ditutup menguat di rentang Rp 16.110 – Rp 16.180 per dolar AS.

Lukman memproyeksikan, rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.000 – Rp 16.300 di perdagangan pekan ini. Sentimen khusus bagi rupiah yakni revisi PP Devisa Hasil Ekspor (DHE) 100% untuk periode 1 tahun yang diharapkan bisa meningkatkan cadangan devisa secara drastis.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
DPRD DKI Ingatkan PAM Jaya Tak Hanya Tambah Pelanggan Baru, Kualitas Juga Harus Diperhatikan

DPRD DKI Ingatkan PAM Jaya Tak Hanya Tambah Pelanggan Baru, Kualitas Juga Harus Diperhatikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Emiten Grup Salim ICBP Bakal Raup Berkah dari Kesepakatan Baru Tarif Trump

Emiten Grup Salim ICBP Bakal Raup Berkah dari Kesepakatan Baru Tarif Trump

2025-08-29
PP 27/2025 Dorong Investasi Hijau, Mangrove Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan

PP 27/2025 Dorong Investasi Hijau, Mangrove Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan

2025-08-29
Gara-gara Ini, OJK Minta Industri Asuransi Harus Waspada

Gara-gara Ini, OJK Minta Industri Asuransi Harus Waspada

2025-08-29
Dana Triliunan Konglomerat Bisa Pulang Lewat Patriot Bond

Dana Triliunan Konglomerat Bisa Pulang Lewat Patriot Bond

2025-08-29
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Nasib Harga Emas Hari Ini Usai Cetak Rekor Tertinggi

Nasib Harga Emas Hari Ini Usai Cetak Rekor Tertinggi

2025-08-29
Patriot Bond: Ajang Urunan Konglomerat, Kejar Dana Mengendap di Luar Negeri

Patriot Bond: Ajang Urunan Konglomerat, Kejar Dana Mengendap di Luar Negeri

2025-08-29
Antisipasi Demo Buruh Hari Ini di DPR, 4 Stasiun KRL Dijaga Ketat

Antisipasi Demo Buruh Hari Ini di DPR, 4 Stasiun KRL Dijaga Ketat

2025-08-29
Demo Buruh Hari Ini di Depan Istana Tiba-Tiba Batal, Ada Apa?

Demo Buruh Hari Ini di Depan Istana Tiba-Tiba Batal, Ada Apa?

2025-08-29

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Nasib Harga Emas Hari Ini Usai Cetak Rekor Tertinggi

Nasib Harga Emas Hari Ini Usai Cetak Rekor Tertinggi

2025-08-29
0
Patriot Bond: Ajang Urunan Konglomerat, Kejar Dana Mengendap di Luar Negeri

Patriot Bond: Ajang Urunan Konglomerat, Kejar Dana Mengendap di Luar Negeri

2025-08-29
0
Antisipasi Demo Buruh Hari Ini di DPR, 4 Stasiun KRL Dijaga Ketat

Antisipasi Demo Buruh Hari Ini di DPR, 4 Stasiun KRL Dijaga Ketat

2025-08-29
0
Demo Buruh Hari Ini di Depan Istana Tiba-Tiba Batal, Ada Apa?

Demo Buruh Hari Ini di Depan Istana Tiba-Tiba Batal, Ada Apa?

2025-08-29
0
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Agustus 2025: Antam, UBS dan Galeri24 Makin Mahal

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Agustus 2025: Antam, UBS dan Galeri24 Makin Mahal

2025-08-29
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News
  • Tak Berkategori

Berita Terbaru

Nasib Harga Emas Hari Ini Usai Cetak Rekor Tertinggi

Nasib Harga Emas Hari Ini Usai Cetak Rekor Tertinggi

2025-08-29
Patriot Bond: Ajang Urunan Konglomerat, Kejar Dana Mengendap di Luar Negeri

Patriot Bond: Ajang Urunan Konglomerat, Kejar Dana Mengendap di Luar Negeri

2025-08-29

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.