Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) atau transaksi menggunakan mata uang lokal terus tumbuh signifikan. Hingga April 2026, nilai transaksi maka uang lokal menembus USD 22,61 miliar, melonjak 309 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 7,33 miliar.
“Volumenya naik tajam dan ini berhasil mendorong diversifikasi mata uang,” ujar Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan (DPPK) Bank Indonesia, Ruth Cussoy Intama, dalam Media Briefing BI di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/5/2026).
BACA JUGA:BI Bakal Batasi Lagi Pembelian Dolar AS
BACA JUGA:Jurus BI Bentengi Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Peningkatan ini mencerminkan meluasnya pemanfaatan mata uang lokal dalam transaksi ekonomi lintas negara. Selain meningkatkan efisiensi, skema Local Currency Transaction juga memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional dengan mengurangi ketergantungan pada mata uang utama dunia, seperti dolar AS.
Sebagai informasi, LCT merupakan mekanisme penyelesaian transaksi bilateral antara pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra menggunakan mata uang masing-masing melalui bank yang ditunjuk (Appointed Cross Currency Dealer/ACCD).
Melalui skema ini, eksposur terhadap fluktuasi mata uang global dapat ditekan sehingga risiko nilai tukar lebih terkendali. Di sisi lain, LCT juga memangkas biaya konversi valuta asing yang selama ini menjadi beban tambahan bagi para pelaku usaha.
Ruth menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk anti terhadap dolar AS, melainkan murni untuk efisiensi bisnis.
Bukan berarti kita menghindari atau tidak mau menggunakan dolar AS, karena kita tahu dolar masih mendominasi global. Namun, untuk negara-negara yang memiliki akses langsung, kenapa harus lewat dolar jika bisa menggunakan mata uang domestik? Penggunaan dolar melibatkan pihak ketiga (middleman) yang memicu biaya tambahan. Jadi, fungsi LCT ini adalah meningkatkan kegunaan mata uang lokal dan mendiversifikasi risiko, pungkasnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6413279/original/079209500_1779284642-33e01ade-95fc-4d24-9846-817508f672ba.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552547/original/013956500_1775812564-Menteri_Pekerjaan_Umum__PU___Dody_Hanggodo-10_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485220/original/051020200_1769499043-225367.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3600664/original/072986500_1634092608-13_oktober_2021-1a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6702420/original/003229400_1779521479-IMG-20260523-WA0140.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6694211/original/099744200_1779514506-Screenshot_20260523_122916_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551687/original/075166500_1775734921-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)