Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta seluruh pelaku jasa keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan kondisi global, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan lembaga jasa keuangan perlu secara aktif memantau dinamika global dan melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas sektor keuangan domestik.
BACA JUGA:OJK Hentikan 951 Pinjol Ilegal, IASC Blokir Dana Korban Rp 566,1 Miliar
BACA JUGA:OJK Beberkan Perkembangan Terbaru Diskusi dengan MSCI
BACA JUGA:OJK Minta Bank Blokir 32.556 Rekening Terkait Judi Online
BACA JUGA:Investor Kripto Tembus 20,70 Juta pada Januari 2026
“Lembaga Jasa Keuangan kami minta untuk terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan juga di pasar keuangan itu sendiri,” tutur Friderica dalam Konferensi Pers Hasil RDKB OJK Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, meski Rapat Dewan Komisioner OJK pada 25 Februari 2026 menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga, risiko eksternal tetap perlu diwaspadai. Peningkatan tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi pada awal 2026, termasuk di Timur Tengah, serta dinamika kebijakan perdagangan di Amerika Serikat menjadi downside risk yang dapat meningkatkan volatilitas global.
Di sisi global, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal IV 2025 tercatat 1,4% atau lebih rendah dari ekspektasi pasar. Tekanan inflasi yang kembali meningkat turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga, dengan kecenderungan bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer).
Sementara itu, dari sisi domestik, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39% secara tahunan dan secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,11%. Indeks keyakinan konsumen masih berada di zona optimistis dan aktivitas manufaktur tetap ekspansif pada 2026.
OJK menegaskan, langkah antisipatif dari pelaku jasa keuangan penting untuk menjaga kualitas aset, memitigasi risiko kredit, serta memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terpelihara di tengah ketidakpastian global.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)