Jakarta – Babak baru dalam perjalanan karier Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono, dimulai hari ini. Thomas dijadwalkan akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di hadapan Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026) sore.
Langkah Thomas ini menjadi sorotan tajam lantaran ia merupakan figur penting di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kini dicalonkan untuk masuk ke jantung otoritas moneter yang memiliki status independen.
BACA JUGA:Harapan Bos BCA ke Thomas Djiwandono Sebagai Deputi Gubernur BI
BACA JUGA:Sah, Paripurna DPR RI Setujui Thomas Djiwandono Jabat Deputi Gubernur Bank Indonesia
BACA JUGA:Pengamat Ingatkan Pentingnya Independensi Bank Indonesia
Jadwal Ketat di Senayan
Berdasarkan agenda yang telah ditetapkan, dikutip www.wmhg.org, Thomas Djiwandono akan menjadi kandidat terakhir yang diuji hari ini. Berikut adalah rincian jadwalnya:
- Pukul 14.00 – 15.00 WIB: Dicky Kartikoyono (Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI).
- Pukul 16.00 – 17.00 WIB: Thomas Djiwandono (Wakil Menteri Keuangan).
Thomas hanya memiliki waktu 60 menit untuk meyakinkan para anggota dewan. Ia akan memaparkan visi-misinya selama 25 menit, diikuti pendalaman oleh anggota Komisi XI selama 15 menit, dan diakhiri dengan sesi jawaban selama 20 menit.Mengisi Kursi Strategis yang Kosong
Kehadiran Thomas di bursa calon Deputi Gubernur BI ini bertujuan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung, yang telah resmi mengundurkan diri per 13 Januari 2026.
Thomas tidak melangkah sendirian; ia bersaing dengan orang dalam BI, Dicky Kartikoyono, serta Solihin M. Juhro yang telah lebih dulu diuji pada Jumat lalu.
Setelah Thomas menyelesaikan sesinya pada pukul 17.00 WIB, Komisi XI DPR RI dijadwalkan langsung menggelar rapat internal untuk menentukan siapa sosok yang paling layak menduduki kursi Deputi Gubernur BI.
/2025/12/09/954404319.jpg)
/2025/12/09/182562731.jpg)
/2025/07/30/1831788301.jpg)
/2025/11/28/671909164.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484462/original/024128600_1769429733-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4873066/original/047832700_1719213109-Screenshot_20240624_123333_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484461/original/075097800_1769429732-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484428/original/077512500_1769425772-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_18.02.15.jpeg)