Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali terkoreksi pada akhir perdagangan Kamis. Penurunan ini terjadi di tengah kuatnya sentimen kebijakan moneter global, terutama keputusan bank sentral AS yang mengambil langkah ketat terkait suku bunga acuan.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, mata uang Garuda ditutup merosot 57 poin atau melemah 0,32 persen ke tingkat 17.753 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, rupiah masih bertahan di posisi 17.696 per dolar AS.
BACA JUGA:The Fed Kerek Suku Bunga, Dana Asing Terancam Kabur dari RI
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke 17.739 per Dolar AS, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
Kondisi sejalan juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Kamis sore, kurs JISDOR tercatat merosot ke level 17.753 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di posisi 17.712 per dolar AS.
Direktur Laba Forexindo Berjangka sekaligus analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari manuver Federal Reserve (The Fed) yang resmi menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR).
“Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan secara bulat untuk menaikkan suku bunga acuan federal funds rate ke kisaran 3,75 persen hingga 4,0 persen pada hari Rabu (16/9). Ini merupakan kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS sejak Juli 2023,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2019/03/20/1239835099.jpg)
/2025/12/07/1338425489.jpg)
/2016/02/16/1574919051.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350437/original/004440300_1789616383-TMS-Room-Imagery-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350146/original/046030700_1789565661-741cfa89-68f2-4b0f-9852-b3969b00462c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345559/original/057325600_1789037244-email-attachment_2026_09_10_ariefhakim-at-klyid_btn-bidik-porsi-30-kredit-non-perumahan-di-2030_1000436510.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4127952/original/008885300_1660808900-Wamenkeu_raker_dengan_baleg_tentang_harmonisasi_RUU_keuangan-ANGGA_2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436236/original/052339600_1765166716-Robinhood.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4677568/original/004189400_1701934611-Deutsche_bank.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)