Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (2/6/2026) hari ini ditutup melemah 34 poin di level Rp 17.839 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup menguat 76 poin di level Rp 17.805 pada perdagangan Senin (1/6/2026) lalu.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu penyebab kurs rupiah semakin lemah ialah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran-AS.
BACA JUGA:Harga Susu Impor Naik Imbas Rupiah Melemah, Pemerintah Cari Solusi
BACA JUGA:Rupiah Masih Tertekan, Diprediksi Tembus 17.900 per USD
Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan Iran masih terus berlangsung, meskipun Teheran dipandang sudah apatis terhadap pesan-pesan dari Washington DC. Ketegangan ini turut diperparah oleh konflik yang melibatkan Lebanon, Israel, dan Iran.
Ini membuat ketegangan tersendiri, sedangkan Iran sendiri menginginkan bahwa perdamaian antara Amerika dan Iran masuk juga perdamaian Lebanon, ujar Ibrahim, Selasa (2/6/2026).
Iran kemungkinan besar akan ikut campur dalam perang Israel-Lebanon. Ini membuat ketegangan tersendiri, membuat indeks dolar kembali mengalami penguatan yang cukup signifikan, ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti putusan Trump yang menandatangani proklamasi perubahan tarif impor untuk tembaga, aluminium, dan besi.
Proklamasi tersebut menurunkan tarif untuk beberapa peralatan pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen, sebut dia.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7603995/original/004542200_1780388171-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_14.37.23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7600084/original/087151500_1780383670-IMG_4639.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762386/original/063474700_1709622795-fotor-ai-20240305141114.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)