Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Senin (31/8/2026).
Mengacu pada perdagangan hari ini, rupiah turun 29 poin atau 0,16 persen menjadi 17.722 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level 17.693 per dolar AS.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 31 Agustus 2026 Menguat ke 6.525, Begini Kata Analis
BACA JUGA:Tak Perlu Dolar AS, RI-Singapura Sepakat Pakai Mata Uang Lokal
Pada Senin (31/8/2026), JISDOR berada di level 17.746 per dolar AS, melemah dari posisi sebelumnya sebesar 17.703 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan rupiah salah satunya dipengaruhi meningkatnya ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pasukan AS menyerang dua peluncur rudal di Pulau Larak, Iran, yang terletak di Selat Hormuz, pada Minggu (30/8/2026). Ini merupakan serangan pertama yang diketahui dilakukan oleh pihak Amerika terhadap negara Teluk tersebut sejak akhir Juli, kata dia dikutip dari Antara.
Sebagai tanggapan, Iran menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania, demikian dilaporkan media Iran pada hari Senin dengan mengutip pernyataan Garda Revolusi Iran, tambah Ibrahim.
Menurut Ibrahim, perkembangan konflik tersebut menjadi perhatian pasar karena berkaitan langsung dengan kondisi di Selat Hormuz, salah satu jalur penting perdagangan minyak dunia.
Negosiasi untuk mengakhiri konflik disebut masih menemui jalan buntu. Sementara itu, mediator berupaya membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah pada akhir Februari 2026.
Ketidakpastian geopolitik tersebut kemudian turut memengaruhi sentimen investor terhadap aset-aset di pasar negara berkembang, termasuk rupiah.

/2026/05/08/365732371.jpg)
/2023/08/25/562301300.jpg)
/2024/07/31/1713116901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331387/original/007002200_1787541027-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_18.45.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336058/original/078757900_1788099807-c8aa79cc-f278-4edd-bf0c-ab5f1bf8ebbc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128631/original/7400_1739254888-DALL__E_2025-02-11_13.20.04_-_A_futuristic_and_vibrant_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_playful_yet_confident_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335849/original/080323100_1788070340-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_1.04.49_PM.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192686/original/018507100_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)