Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi di Jakarta. Mata uang Garuda turun tipis 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp 16.896 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 16.892 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Rupiah Nyaris Sentuh 17.000 Imbas Tensi Perang AS-Iran hingga Fitch Rating
BACA JUGA:Kurs Rupiah Dibuka Loyo Terhadap Dolar AS, Intip Prediksinya Sepanjang Hari Ini
BACA JUGA:Jurus Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Panasnya Konflik Timur Tengah
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut membuat sentimen pasar global cenderung berhati-hati.
“Meningkatnya ketegangan, tanpa indikasi kompromi antara pihak-pihak yang terlibat, membebani sentimen pasar dan meredam risk appetite investor,” ujar Josua dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).
Menurut dia, ketidakpastian yang berlarut-larut di kawasan Timur Tengah membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih aset yang dianggap lebih aman.
Situasi ini turut memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa Iran mendekati Amerika Serikat untuk menjajaki kemungkinan negosiasi perdamaian.
Kabar tersebut sempat meningkatkan optimisme pasar dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko. Namun, laporan itu kemudian dibantah oleh otoritas Iran.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

/2026/01/06/1043778783.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)