Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai tidak semata-mata dipicu sentimen global. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai terdapat faktor domestik yang ikut menekan pergerakan mata uang Garuda, terlihat dari kinerja rupiah yang tertinggal dibandingkan mayoritas mata uang Asia sepanjang tahun ini.
Menurut Josua, berdasarkan data pasar terbaru, rupiah telah melemah lebih dari 5% secara year-to-date. Sementara itu, indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) justru hanya menguat sekitar 0,9% dalam periode yang sama.
BACA JUGA:Belajar dari Krisis 2008, Pemerintah Siapkan Antisipasi Hadapi Gejolak Global
BACA JUGA:Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dividen hingga Haji
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan adanya selisih yang cukup besar antara pergerakan rupiah dan penguatan dolar AS.
Kalau saya tidak salah, data per tahun sebenarnya DXY juga secara tahun kalender pun juga di tahun ini kelemahannya, penguatannya sebenarnya juga enggak menguat banyak ya 0,9 persen. Tapi kalau kita lihat rupiah itu melemahnya hampir 5 persen lebih, kata Josua dalam Media Briefing Bank Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, ada hal menarik dari pergerakan rupiah terhadap mata uang Asia lainnya. Rupiah tercatat hanya mampu menguat terhadap Rupee India, sedangkan terhadap sebagian besar mata uang utama Asia justru mengalami pelemahan.
Lebih menariknya, jangan berkedip, kita hanya menguat terhadap rupee India. Selebihnya kita melemah terhadap semua mata uang Asia, ujarnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/755300/original/053556900_1414072828-z6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6413279/original/079209500_1779284642-33e01ade-95fc-4d24-9846-817508f672ba.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6597831/original/067072200_1779435331-1463705fa06b3ea8d6b889979a5ce262-whatsapp-image-2026-05-22-at-09-24-17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6574122/original/083657800_1779418377-IMG_3856.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3600664/original/072986500_1634092608-13_oktober_2021-1a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6702420/original/003229400_1779521479-IMG-20260523-WA0140.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6694211/original/099744200_1779514506-Screenshot_20260523_122916_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551687/original/075166500_1775734921-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)