Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada awal pekan. Pada Senin (6/4/2026) pagi, rupiah turun 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp 16.996 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp 16.980 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi faktor global, mulai dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah hingga kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini turut mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
BACA JUGA:IHSG Sepekan Tergelincir 0,99% Tersengat Sentimen Global hingga Rupiah
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Loyo ke 17.002 per Dolar AS Sambut Long Weekend
BACA JUGA:Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini 2 April 2026 Berkat Surplus Perdagangan
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah tidak terlepas dari kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timteng dan harga minyak mentah yang masih terus naik,” ujarnya dikutip dari Antara.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah global juga menjadi faktor utama. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh USD 115 per barel sebelum terkoreksi ke kisaran USD 112 per barel.
Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi global, yang pada akhirnya memperkuat dolar AS sebagai aset safe haven dan menekan rupiah.

/2024/03/03/1059739962.jpg)
/2025/04/03/680313798.jpg)
/2025/12/19/2033941622.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547075/original/090486700_1775442652-IMG-20260406-WA0007.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461301/original/013023100_1767362851-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535731/original/078512200_1774100471-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-21_Maret_2026b.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4989211/original/076237300_1730628007-20241103-Polusi_Pakistan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546918/original/056754100_1775386026-IMG-20260405-WA0013.jpg)