Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan dalam waktu dekat, terutama menjelang dan selama periode libur panjang Idul Fitri. Sejumlah faktor fundamental dinilai menjadi penyebab tekanan terhadap mata uang domestik tersebut.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah salah satunya dipicu oleh potensi pelebaran defisit anggaran yang diperkirakan melampaui batas sebelumnya.
BACA JUGA:Purbaya Yakin Rupiah Kuat: Yang Enggak Punya Duit yang Jelek-Jelekin
BACA JUGA:Rupiah Lesu terhadap Dolar AS Hari Ini 13 Maret 2026, Sentuh Level Segini
BACA JUGA:Kurs Rupiah Merosot Lagi Hari Ini 13 Maret 2026, Nyaris Tembus 17.000 per USD
“Rupiah dalam perdagangan di minggu depan kemungkinan masih akan terus mengalami pelemahan. Karena apa? Karena pelemahan mata uang rupiah disebabkan oleh defisit anggaran yang kemungkinan besar akan lebih dari 3%. Bahkan Menko Perekonomian mengatakan bisa di lebih dari 4%,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (15/3/2026).
Menurut dia, pelemahan rupiah juga berpotensi terjadi bersamaan dengan periode libur panjang Idul Fitri yang biasanya diikuti fluktuasi pasar yang lebih besar. Kondisi tersebut, kata dia, juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Apalagi bersamaan ada kemungkinan besar pada saat libur Idul Fitri akan terjadi perang besar di Timur Tengah. Terutama adalah di Selat Hormuz. Nah ini yang harus bisa diantisipasi sehingga apa? Sehingga rupiah pelemahannya kemungkinan besar itu bisa mencapai di level Rp 17.150 sampai di Rp 17.200,” kata dia.
Ibrahim menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, khususnya pada 2024–2025, nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan yang cukup signifikan yang terjadi bersamaan dengan periode libur Idul Fitri.
Menurutnya, kondisi pasar selama libur panjang juga dapat dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak mentah dan indeks dolar AS yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
/2025/08/18/1393014342.jpg)
/2025/07/21/1137651184.jpg)
/2026/01/15/1286167361.jpg)
/2025/02/12/1446703785.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
/2025/07/23/427260430.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4242618/original/081125200_1669641659-UMP_2023.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530878/original/047888800_1773498450-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_17.25.54.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530544/original/008599000_1773459278-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_09.02.00.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530784/original/022558300_1773477796-publikasi_1773470106_69b5019a20dc1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4992086/original/041220700_1730810535-IMG-20241105-WA0119.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3410990/original/017708200_1616657084-businessman-with-online-marketing_53876-94857.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530807/original/048687300_1773481617-Hinako_Village_Taiwan.jpg)