Jakarta – Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, sehingga menghadapi beragam risiko bencana alam, mulai dari gempa bumi hingga erupsi gunung berapi. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi bencana, tetapi juga dapat menjalar ke sektor transportasi dan pariwisata.
Salah satu contohnya adalah sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan. Demi menjaga keselamatan, maskapai dan pengelola bandara dapat menyesuaikan jadwal, menunda, atau membatalkan penerbangan.
BACA JUGA:Beban Sandwich Generation Bukan Cuma Soal Uang
BACA JUGA:Asuransi Sinar Mas dan Primaya Hospital Integrasikan Layanan
BACA JUGA:Robert Kiyosaki Anggap Bitcoin dan Emas Seperti Asuransi Keuangan
Kondisi ini bisa membuat penumpang menghadapi perubahan rencana hingga biaya tambahan yang tidak diperhitungkan sebelumnya.
PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) mencatat, hampir separuh pengajuan klaim asuransi perjalanan (travel insurance) yang diterima sepanjang September 2026 berasal dari nasabah yang terdampak gangguan perjalanan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pengajuan tersebut mencakup pembatalan perjalanan (trip cancellation), keterlambatan perjalanan (travel delay), serta perubahan jadwal penerbangan.
Marketing Director GEGI, Linggawati Tok, mengatakan perlindungan perjalanan dapat membantu konsumen menghadapi risiko yang tidak terduga.
“Travel insurance dirancang untuk membantu konsumen menghadapi berbagai risiko perjalanan yang tidak terduga jadi mempunyai Travel Insurance bukan lagi sekadar pelengkap perjalanan, melainkan bagian penting dari manajemen risiko bagi setiap pelaku perjalanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Meski demikian, manfaat perlindungan bergantung pada ketentuan polis yang dimiliki masing-masing nasabah.
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
/2025/09/04/543749687.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371786/original/097474200_1791806912-email-attachment_2026_10_12_windanelfira-at-klyid_inflasi-jakarta-terendah-di-jawa-bali-pramono-ungkap-rahasianya_IMG_5629.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335407/original/039435200_1787980763-Screenshot__1009_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373627/original/080836600_1791970763-IMG_3474.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532191/original/011520200_1773644247-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_11.15.54_AM__1_.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)