Jakarta – kebijakan Kementerian Keuangan memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun hingga September 2026 sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas likuiditas perbankan. Kebijakan ini diyakini mampu meredakan tensi perebutan likuiditas antarbank besar sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan kredit nasional di kisaran 9–11 persen di tengah meningkatnya kebutuhan dana menjelang periode Lebaran.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai langkah Kementerian Keuangan Republik Indonesia memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai kebijakan yang positif bagi sektor perbankan dan perekonomian.
BACA JUGA:Lowongan Kerja Bank Mandiri 2026, Ada Copywriter Bahasa Mandarin
BACA JUGA:Laba Bersih BMRI Tumbuh Double Digit Januari 2026
“Saya menilai kalau yang perpanjangan sal, dana SAL ini langkah yang positif. Mengapa? Ada tiga poin. Yang pertama, karena ini bisa meredakan tensi perebutan likuiditas, ya terutama perebutan likuiditas di bank-bank yang besar,” ujarnya dalam acara Silaturahmi dengan Media, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, apabila dana SAL ditarik saat jatuh tempo pada 13 Maret, kondisi tersebut dinilai kurang tepat karena bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan likuiditas menjelang periode Lebaran. Pada saat yang sama, permintaan likuiditas di perbankan juga sedang tinggi.
Menurutnya, tantangan pertumbuhan kredit tidak hanya berasal dari sisi permintaan, tetapi juga dari sisi penawaran, terutama terkait ketersediaan dan kecukupan likuiditas perbankan. Selain meredakan tekanan likuiditas, perpanjangan dana SAL juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan kredit.
“Yang kedua, apakah bisa mendorong pertumbuhan kredit? Ya kalau kita lihat memang kemudian ada potensi kembali ya, permintaan kredit, tentu saja dengan adanya dana SAL yang ditaruh, ya ini akan bisa kemudian melonggarkan likuiditas, dan sehingga ada ruang untuk membantu meningkatkan pertumbuhan kredit,” katanya.
/2018/09/03/1353338933.jpg)
/2025/04/10/1515426912.jpg)
/2024/07/26/1374075960.jpg)
/2021/08/20/1686197619.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513574/original/013518500_1772023823-IMG_1684.jpeg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440006/original/059264700_1765419231-Tusam_Hutani_Lestari.png)
/2025/12/09/1951891581.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495102/original/047852100_1770355108-IMG_1094.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5236694/original/012313000_1748516061-20250529-Harga_Pangan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512292/original/067276000_1771939118-Kemnaker_Minta_Masyarakat_Waspadai_Situs_Palsu_Mengatasnamakan_Skillhub_-_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450855/original/044211200_1766199706-WhatsApp_Image_2025-12-20_at_09.23.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5511219/original/055338500_1771901896-1000243381.jpg)