Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis tidak ada dampak signifikan terhadap stabilitas industri perbankan nasional usai Moody’s merevisi outlook sovereign credit rating Indonesia menjadi negatif dan memangkas outlook atau prospek lima bank.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK Dian Ediana Rae, dikutip dari Antara, Senin (10/2/2026).
BACA JUGA:Respons Istana soal Nama Misbakhun Masuk Bursa Ketua OJK
BACA JUGA:Mensesneg Beberkan Kriteria Calon Pimpinan OJK
BACA JUGA:OJK Targetkan Literasi Keuangan 67,46 Persen dan Inklusi 83 Persen di 2026
Dia menuturkan, pihaknya juga tidak khawatir atas revisi outlook Moody’s mengingat tidak ada isu yang bersifat struktural.
Ia menilai, bank-bank di Indonesia termasuk lima bank dalam outlook Moody’s secara fundamental tetap sehat.
“Bagi saya sebagai KEPB, sekarang pengawasan individual bank itu lebih penting. 105 bank umum itu memang banyak. Tapi buat saya, satu bank bermasalah saja itu sudah menjadi ‘pikiran’,” ujar dia.
Outlook dari Moody’s ini, menurut Dian, juga menjadi catatan dan tanggung jawab bersama bagi seluruh pihak terutama pemangku kepentingan dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dalam hal ini, dibutuhkan komunikasi yang lebih baik kepada Moody’s dan lembaga pemeringkat (rating agency) lainnya mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Dian pun menyatakan komitmennya untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai permasalahan outlook lembaga pemeringkat internasional.
“Kalau pengalaman saya sendiri sebetulnya cukup dengan data informasi dan tentunya arah kebijakan (saat berkomunikasi dengan lembaga peringkat internasional). Jadi semua apapun yang terkait dengan rules regulation, data informasi, arah kebijakan kita, dan lain sebagainya, itu tentu akan kita siapkan nanti,” ujar Dian.
lembaga pemeringkat Moody’s pada Kamis, 5 Februari 2026 mengumumkan untuk mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.
/2024/09/05/1607807087.jpg)
/2025/08/15/913378509.jpg)
/2025/11/28/671909164.jpg)
/2023/08/27/2045889489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
/2023/10/03/751263426.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497711/original/020774400_1770680315-1aadc6a4-2f69-4f7f-bc71-7700a2127556.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497769/original/031078900_1770688032-IMG_1212.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497783/original/035354500_1770688726-IMG_1161.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497961/original/095553400_1770695547-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_09.47.05.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5376373/original/001849000_1760002493-IMG-20251009-WA0006__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011972/original/012375300_1651298812-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497606/original/095836000_1770639069-IMG_1162.jpeg)