Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan membuat Amerika Serikat (AS) tidak terlalu berdampak besar ke Indonesia. Bahkan ia melihat dari sisi pasar modal dan rupiah justru bisa menguat.
Purbaya mengatakan, konflik antara AS dengan Venezuela ini justru membuat pasar saham naik.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Konflik AS–Venezuela Tak Guncang IHSG
BACA JUGA:Menko Airlangga: Eskalasi AS–Venezuela Belum Berdampak ke Harga Minyak Indonesia
BACA JUGA:Indonesia Prihatin atas Serangan di Venezuela, Serukan Dialog dan Patuh Hukum Internasional
“Kalau anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan? Agak aneh sebenarnya tapi itu yang dilihat pasar,” katanya di Istana Kepresidenan, Senin (5/1/2026).
Meski begitu, ia melihat peristiwa itu belum berpengaruh negatif terhadap perekonomian Indonesia. Bahkan, dianggap akan membawa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi positif.
“(Nilai tukar rupiah) harusnya positif,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikar (AS) melalui operasi militer melakukan penangkapan terhadap Maduro dan istrinya. Penangkapan dilakukan di Kota Caracas, Venezuela pada Sabtu (3/1) lalu.
Setelah itu, Trump mengakui bahwa minyak di Venezuela akan dikuasai AS. Sementara, Venezuela sendiri ditetapkan sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Terlihat dari, OPEC Annual Statistical Bulletin 2025, cadangan minyak terbukti Venezuela mencapai 303,22 miliar barel atau hampir seperlima dari cadangan minyak dunia, 1.566,86 miliar barel.
Sedangkan, Indonesia sendiri sudah bekerja sama dengan Venezuela sejak 2024 dalam sektor hulu migas. Kerja sama keduanya tertuang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diteken oleh Menteri ESDM periode 2019-2024 Arifin Tasrif dengan Menteri Perminyakan Venezuela Pedro Rafael Tellechea.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5463456/original/098712400_1767614311-c90abe79-9533-4fbe-947d-0d6bd68770de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5278001/original/040306100_1752051720-20250709-Harga_Beras-AFP_2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4776905/original/006239500_1710816232-WhatsApp_Image_2024-03-18_at_12.27.40.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324617/original/050657400_1608026449-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382997/original/028499800_1760612389-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980736/original/005042400_1648714883-20220331-Laporan-SPT-10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5463458/original/089586100_1767614421-857fe5ba-036b-4ca4-94d8-597aadee7141.jpeg)