Jakarta – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta. Pada Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah tercatat menguat 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp 16.784 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.820 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi seiring tekanan yang kembali dialami kurs dolar AS di pasar global, menyusul rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pelaku pasar.
BACA JUGA:Rupiah Diramal Kembali ke Rp 16.750 di Penutupan Hari Ini
BACA JUGA:Rupiah Melemah Nyaris 17.000 per USD, Pemerintah Diminta Jaga Biar Tak Makin Parah
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan kurs dolar AS membuka peluang penguatan lanjutan bagi rupiah.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali mengalami sell-off menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah,” katanya dikutip dari Antara.
Data ekonomi terbaru menunjukkan Purchasing Managers\’ Index (PMI) Amerika Serikat tercatat di level 51,9, lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebesar 52. Selain itu, ekspektasi inflasi konsumen AS tercatat sebesar 4 persen, di bawah perkiraan sebelumnya di level 4,2 persen.
/2025/12/09/954404319.jpg)
/2025/12/09/182562731.jpg)
/2025/07/30/1831788301.jpg)
/2025/11/28/671909164.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484462/original/024128600_1769429733-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4873066/original/047832700_1719213109-Screenshot_20240624_123333_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484461/original/075097800_1769429732-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484428/original/077512500_1769425772-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_18.02.15.jpeg)