Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Kamis di Jakarta. pelemahan rupiah ini seiring penguatan kurs dolar di pasar global.
Pada Kamis (19/2/2026), rupiah tercatat turun 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.933 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp 16.884 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring menguatnya kurs dolar di pasar global.
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Dekati Rp 17.000 per Dolar AS, Tertekan Sinyal The Fed
BACA JUGA:Rupiah Terus Tertekan Dekati Rp 17.000, BI Pede Bakal Menguat Ikuti Ekonomi
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 19 Februari 2026 Melanjutkan Kenaikan, Rupiah Sentuh 16.922
Sentimen tersebut dipicu oleh rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi ekonomi masih cukup solid, sehingga mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh berkurangnya ekspektasi pemotongan suku bunga AS.
“Serangkaian indikator ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Rilis data menunjukkan ekonomi AS yang lebih resilien yang menyebabkan berkurangnya ekspektasi pemotongan suku bunga agresif tahun ini,” ucapnya dikutip dari Antara.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat investor kembali melirik dolar AS sebagai aset aman, sehingga menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor global, pelaku pasar juga masih bersikap hati-hati menjelang rilis data dan kebijakan moneter penting yang berpotensi memengaruhi pergerakan kurs dolar dan rupiah.
/2025/01/14/1692653614.jpg)
/2025/08/20/466700334.jpg)
/2025/11/24/535742307.jpg)
/2025/08/03/1270988211.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641377/original/045202600_1499335559-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506813/original/087354100_1771476618-WhatsApp_Image_2026-02-18_at_17.48.43.jpeg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507756/original/063758900_1771548196-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_07.24.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170217/original/039135200_1742596938-20250322-Penukaran_Uang-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507499/original/070162600_1771494471-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_15.33.22__3_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)