Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat (2/1/2026). Rupiah tercatat turun 0,23 persen atau 38 poin ke level Rp 16.725 per dolar AS pada pukul 10.34 WIB.
Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global. Faktor utama datang dari dinamika geopolitik serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang kembali menjadi perhatian pelaku pasar.
BACA JUGA:Kurs Rupiah Loyo Lawan Dolar AS di Awal 2026
BACA JUGA:Apa Itu Kurs Pajak: Ini Manfaat dan Tujuannya
BACA JUGA:Rupiah Diproyeksi Tembus Rp 17.500 pada 2026, Simak Pemicunya!
Ketegangan geopolitik global yang sempat mereda sepanjang tahun kini kembali membayangi pergerakan pasar keuangan. Meski dampaknya dinilai cenderung bersifat jangka pendek, sentimen tersebut cukup memicu kehati-hatian investor, terutama di pasar negara berkembang.
Konflik geopolitik yang melibatkan sejumlah kawasan strategis turut menambah tekanan. Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia di tengah perang Ukraina secara berkala memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global. Selain itu, konflik Israel–Hamas serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menimbulkan kekhawatiran terganggunya aliran minyak dari kawasan Timur Tengah.
Situasi ini mendorong investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga menopang penguatan kurs dolar dan menekan nilai tukar rupiah.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2024/10/03/816049894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382997/original/028499800_1760612389-1.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5203982/original/041738600_1745988471-30_april_2025-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3211514/original/040779700_1597690121-Foto_Bank_Mandiri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)