Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau kurs dolar dibuka melemah pada awal perdagangan Selasa di Jakarta. Rupiah turun tipis 6 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 16.746 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 16.740 per dolar AS.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah dinamika global yang masih dipengaruhi arah kurs dolar Amerika Serikat. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah sebenarnya memiliki peluang menguat, meski ruang penguatannya masih terbatas.
BACA JUGA:Alamtri Resources Tetapkan Kurs Konversi Dividen Tunai Interim 2025
BACA JUGA:Kurs Rupiah Loyo Lawan Dolar AS di Awal 2026
BACA JUGA:Apa Itu Kurs Pajak: Ini Manfaat dan Tujuannya
“Rupiah berpotensi menguat walau terbatas oleh pelemahan dolar AS setelah data manufaktur ISM AS yang terkontraksi lebih besar dari perkiraan. Namun, data perdagangan Indonesia mengecewakan yang dirilis Senin (5/1) masih membebani,” ungkap Lukman dikutip dari Antara.
Tekanan terhadap kurs dolar AS muncul setelah data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang lebih dalam dari perkiraan pasar. Kondisi ini membuat dolar AS cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang, termasuk rupiah.
Namun demikian, sentimen positif dari global tersebut belum sepenuhnya mampu menopang penguatan rupiah karena masih dibayangi faktor domestik yang dinilai kurang solid oleh pelaku pasar.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4955089/original/071409800_1727476389-WhatsApp_Image_2024-09-27_at_15.34.11.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5404530/original/019141600_1762409037-IMG_2773__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462839/original/012599100_1767590576-IMG-20260105-WA0002.jpg)




