Jakarta – Harga emas stabil pada perdagangan Selasa, (29/9/2026), tetapi tetap berada di dekat level terendah dalam lebih dari tujuh minggu. Hal ini akibat kekhawatiran the Federal Reserve (the Fed) mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sementara investor menantikan serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS). Lalu bagaimana harga emas 24 karat di Antam, Pegadaian dan PT Hartadinata Abadi Tbk pada Selasa pekan ini?
Mengutip CNBC, harga emas spot tidak banyak berubah di US$ 4.124,57 per ons pada pukul 01.40 GMT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS turun 0,3% menjadi US$ 4.156,70.
BACA JUGA:Rupiah Melemah Dekati 18.000 Tersengat Potensi Pengetatan Kebijakan The Fed
BACA JUGA:Rupiah Dibuka Melemah ke 17.997 per Dolar AS, Investor Cermati The Fed
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed
BACA JUGA:Tak Ikut AS, BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga Acuan
BACA JUGA:IHSG Sepekan Anjlok 3,09% Tersengat Suku Bunga The Fed hingga Rupiah
Senior Market Strategist Exness, Christopger Tahir menuturkan, perkembangan geopolitik akan tetap krusial bagie mas. Hal ini karena ketegangan yang berlanjut dapat menjaga harga emas dan imbal hasil obligasi tetap tinggi. Sementara itu, kemajuan berarti menuju de-eskalasi dapat merekdakan tekanan.
Pejabat AS dan Iran berbicara secara terpisah dengan mediator sebagai bagian dari upaya baru mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan, berdasarkan keterangan pejabat dari kedua negara.
Harga minyak naik untuk sesi kedua berturut-turut di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Harga minyak yang tinggi dapat memicu inflasi dengan meningkatkan biaya di seluruh sektor ekonomi, yang berpotensi mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga guna mengendalikan tekanan harga. Meskipun dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kinerja emas cenderung tertekan di lingkungan suku bunga tinggi karena investor lebih memilih aset yang menghasilkan imbal hasil.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 70,3% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, menurut data dari perangkat FedWatch milik CME.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2023/12/26/1234811319.jpg)
/2026/06/06/1608187196.jpg)
/2026/01/15/1042841261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4127832/original/025254300_1660804798-Halte_Gelora_Bung_Karno_Beroperasi_Kembali-Herman_2.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7260736/original/000929900_1780047003-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192686/original/018507100_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552282/original/064528400_1775805353-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)