Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja keuangan syariah Indonesia dalam kondisi yang positif di tengah gejolak ekonomi global. Aset industri syariah nasional tembus Rp 3.100 triliun.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mencatat sektor jasa keuangan syariah positif saat ini. Total aset hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp 3.100 triliun.
BACA JUGA:OJK Siap Luncurkan ETF Emas 27 April 2026
BACA JUGA:IHSG Melemah Nyaris 17% sejak Konflik Timur Tengah
BACA JUGA:Industri Reksadana Tumbuh 3,02% Selama Maret 2026
Di tingkat nasional, kinerja sektor jasa keuangan syariah juga mengalami pertumbuhan yang stabil, bahkan di tengah isu dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Di negara kita per Desember tahun 2025, total aset industri keuangan syariah meningkat 8,61% year on year, menjadi sebesar Rp 3.100 triliun, ungkap Friderica dalam Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Sebagai rinciannya, total di aset keuangan syariah Rp 1.067 triliun, pasar modal syariah Rp 1.800 triliun, dan industri keuangan non-bank sebesar Rp 188 triliun. Angka ini didorong stabilitas sektor jasa keuangan syariah yang tangguh.
Hal itu tercermin dari pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,58% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 755 triliun. Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah tumbuh 10,14%, kapitalisasi pasar di pasar modal mencapai Rp 8.900 triliun atau naik 31,4% year on year.
AUM, nilai aset under management syariah juga terus meningkat, nilai juga aset asuransi syariah, dan piutang pembiayaan syariah yang terus bertumbuh, tandasnya.
/2025/08/13/939672478.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
/2025/11/19/1688602766.jpg)
/2024/06/04/140834998.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5276247/original/033412300_1751948567-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542952/original/008033500_1775007255-bc278e67-2562-4909-8f40-eb075f82d6ae.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544402/original/083841500_1775103228-05f823cf-af2b-4e9c-b454-7006f851aec2_-_Lidya_Debora.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3042001/original/016935600_1580890141-20200205-Kampung-Kumuh-Muara-Angke-Jakarta-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4547276/original/022619100_1692693649-20230822-Subsidi-dan-Kompensasi-Energi-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3995758/original/009768300_1649941083-20220414-Proyeksi-Neraca-Perdagangan-Indonesia-FANANI-6.jpg)