Jakarta – Pengamat Pasar Modal Reydi Octa, mengatakan emiten tambang emas yang paling diuntungkan dari lonjakan harga emas adalah perusahaan yang sudah berproduksi aktif dan memiliki biaya produksi efisien.
Dalam kondisi harga emas mencetak rekor, emiten jenis ini bisa langsung mengonversi kenaikan harga jual menjadi pendapatan dan laba, tanpa menunggu proyek baru beroperasi. Ia menilai, emiten dengan tambang yang sudah berjalan menjadi penerima manfaat utama. Emiten yang paling diuntungkan adalah PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bumi Resources Minerals Tbk.
BACA JUGA:Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton Sepanjang 2025
BACA JUGA:Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?
BACA JUGA:Kenapa Harga Emas Terus Cetak Rekor Termahal? Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Rabu 14 Januari 2026, Berikut Rinciannya
Emiten yang paling diuntungkan adalah perusahaan dengan produksi yang sudah berjalan, seperti ANTM dan BRMS, kata Reydi kepada www.wmhg.org, Rabu (14/1/2026).
Keduanya memiliki produksi emas yang sudah berjalan, sehingga reli harga emas berpotensi langsung meningkatkan pendapatan dan laba. Untuk investor jangka menengah hingga panjang, strategi akumulasi bertahap dinilai lebih tepat mengingat harga emas dan saham sektor ini berada di area tinggi.
Dari sisi strategi, untuk investor jangka menengah dan panjang sebaiknya melakukan akumulasi bertahap karena harga saat ini cenderung berada di puncak, ujar dia.
Pergerakan Harga Secara Historis
Reydi menuturkan, secara historis, reli harga emas kerap diikuti penguatan saham-saham sektor terkait. Pasar biasanya merespons optimisme margin yang membaik, seiring ekspektasi bahwa kinerja keuangan emiten akan terdongkrak pada periode laporan keuangan berikutnya.
Secara historikal tren penguatan emas kerap direspon dengan kenaikan harga saham, hingga nanti tren lanjutannya saat rilis kinerja laporan keuangan, ujarnya.
Menurut dia, dengan struktur biaya yang terkendali, setiap kenaikan harga emas berpotensi langsung meningkatkan laba bersih perusahaan.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4716938/original/090861200_1705354081-Screenshot_-_2024-01-15T212701.928.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4524723/original/073819600_1691056038-20230803-Jumlah-Penduduk-Jakarta-Angga-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472042/original/036695300_1768307350-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_10.40.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075020/original/042395500_1449200814-20151204-Bill-Gates-AFP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075016/original/019350700_1449200543-20151204-Bill-Gates-AFP-2.jpg)