Jakarta – Harga emas dunia ditutup stabil pada perdagangan Rabu (27/8/2025) kemarin, meski Dolar AS sempat pulih tipis dari penurunan sebelumnya. Emas bertahan di level USD 3.397 per ons, naik 0,12% dibandingkan sesi sebelumnya, di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve (The Fed).
Tarik-ulur antara Gedung Putih dan Bank Sentral AS atau The Fed membuat logam mulia tetap diminati sebagai aset safe haven.
BACA JUGA:Perbedaan Gelang Emas 5 Gram 18 Karat dan 24 Karat, Penting Dipahami Supaya Tak Salah Investasi
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Melonjak di 28 Agustus 2025: Simak Rincian Antam, Pegadaian, hingga Laku Emas
BACA JUGA:Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Laku Emas dan Raja Emas per 28 Agustus 2025
Baca Juga
-
Harga Emas Pegadaian 29 Agustus 2025: Semua Naik, UBS Paling Tinggi
-
Harga Emas Perhiasan 29 Agustus 2025: Ini Rincian di Raja Emas dan Laku Emas!
-
Emas Sentuh Level Tertinggi, Didorong Kekhawatiran Independensi The Fed
Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menilai, tren emas masih berada dalam jalur bullish. Dari sisi teknikal, pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan sinyal penguatan lebih lanjut.
“Jika tekanan bullish berlanjut, harga emas berpeluang naik menuju USD 3.407. Namun, apabila gagal mempertahankan momentum, koreksi teknikal bisa menyeret harga kembali ke level USD 3.376 sebagai support terdekat,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025).
Meski begitu, emas masih menghadapi tantangan untuk menembus resistance psikologis di USD 3.400. Level ini dianggap kunci sebelum harga bisa menuju puncak pertengahan Juni di sekitar USD 3.452.
Tanpa penembusan yang kuat, momentum emas tetap rawan aksi ambil untung.