Jakarta – Harga emas dunia maupun lokal terus menanjak dan menorehkan rekor termahal. Bahkan pada Januari lalu harga emas di Indoensia sempat menembus angka Rp 3.000.000 per gram. Lonjakan harga emas yang terjadi saat ini tidak terlepas dari gejolak di pasar spot exchange, termasuk nilai tukar atau kurs rupiah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, tak hanya terjadi pada rupiah, Destry menyebut volatilitas serupa juga terjadi di semua mata uang. Baik yang bersifat global maupun regional, termasuk dolar Amerika Serikat (USD).
BACA JUGA:Harga Emas Melonjak saat Bitcoin Tertekan di Bawah USD 90.000
BACA JUGA:Saat Saham dan Kripto Bergejolak, ICMSS Soroti Emas sebagai Alternatif Investasi
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Masih Perkasa, Analis Ungkap Target XAUUSD Selanjutnya
Di kita juga sama. Di kita rupiah terus mengalami perkembangan, karena ketidakpastian masih tinggi. Sehingga yang terjadi adalah banyak investor dan pelaku pasar, mereka cari yang safe haven instrumen, ungkapnya di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Aksi lindung nilai (hedging) lantas dikedepankan dalam mengantisipasi ketidakpastian itu. Seperti dilakukan banyak bank sentral, dengan menurunkan cadangan dolarnya dan dilarikan masuk ke US Treasury.
Kemudian dia lari ke mana lagi? Ke emas. Jadi enggak heran emas ini dalam satu tahun terakhir aja, naiknya sudah lebih dari dua kali lipat, imbuh Destry.
Sama seperti mata uang, Destry menambahkan, banyak investor maupun bank sentral bakal memilih aset dengan imbal hasil tinggi. Jadi uang itu enggak ada yang loyal. Dia hanya loyal ke, berapa sih return yang saya dapat dengan 1 persen, Rp 1, atau USD 1, saya invest, ujarnya.
Karena saya ingat sekali tahun lalu ngobrol sama orang, emas masih harga Rp 1,1 juta (per gram). Tahun ini, hari ini, emas sudah mendekati Rp 3 juta (per gram). Jadi naiknya udah tiga kali lipat. Artinya memang terjadi pergeseran, tuturnya.
/2024/09/05/1607807087.jpg)
/2025/08/15/913378509.jpg)
/2025/11/28/671909164.jpg)
/2023/08/27/2045889489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497606/original/095836000_1770639069-IMG_1162.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
/2023/10/03/751263426.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497711/original/020774400_1770680315-1aadc6a4-2f69-4f7f-bc71-7700a2127556.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497769/original/031078900_1770688032-IMG_1212.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497783/original/035354500_1770688726-IMG_1161.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497961/original/095553400_1770695547-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_09.47.05.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5376373/original/001849000_1760002493-IMG-20251009-WA0006__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011972/original/012375300_1651298812-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-5.jpg)