Jakarta – Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan meskipun sempat mengalami koreksi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pergerakan logam mulia tersebut dinilai masih berada dalam tren bullish, meski dibayangi tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan emas masih menunjukkan kecenderungan positif pada timeframe H1.
BACA JUGA:Robert Kiyosaki Ingatkan Ancaman Crash Saham di 2026: Sarankan Investasi Emas dan Bitcoin
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat 12 Maret 2026: Antam Anjlok, Pegadaian Melejit, Bagaimana HRTA Gold?
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Maret 2026: Termahal Tembus Level Segini
Pada perdagangan terbaru, harga emas dunia atau XAU/USD tercatat melemah sekitar 0,37% dan diperdagangkan di kisaran USD5.170 per troy ounce.
Koreksi ini terjadi setelah dolar AS menguat menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang relatif sesuai dengan ekspektasi pasar, kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Meski data inflasi tidak memberikan kejutan besar, kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperkirakan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, kemungkinan hanya akan memangkas suku bunga satu kali pada akhir tahun ini.
Ekspektasi tersebut membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap berada pada level tinggi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.
Meski demikian, Andy Nugraha menilai tren penguatan emas belum sepenuhnya berakhir selama harga masih mampu bertahan di atas area support terdekat.
/2025/09/09/1154512313.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2026/01/14/1374241906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5411736/original/069810500_1763020182-Naker_2__3_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905401/original/072467000_1722346240-IMG_0389__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312207/original/096074800_1754908599-WhatsApp_Image_2025-08-11_at_4.44.48_PM.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529004/original/022590700_1773302602-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_15.00.02.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529560/original/069840500_1773370657-BRI_Imlek.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529575/original/069455900_1773372057-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.28.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529583/original/055065300_1773372270-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.31.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527100/original/091852400_1773180939-Presiden_Prabowo_Subianto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)