Jakarta – Harga emas jatuh ke level terendah dalam hampir satu pekan pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta) karena data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat meredam harapan akan pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat, dengan penurunan di bawah USD 5.000 per ons memperdalam kerugian seiring meningkatnya tekanan jual.
Dikutip dari CNBC, Jumat (13/2/2026), harga emas turun 3,2% menjadi USD 4.915,74 per ons. Sedangkan harga emas batangan merosot ke level terendah sejak 6 Februari di awal sesi.
BACA JUGA:Harga Emas Makin Mahal, Galeri 24 Obral Diskon Perhiasan dan Berlian
BACA JUGA:Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini Jumat 13 Februari 2026, Termurah Dipatok Segini
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Februari 2026: 24 Karat Sentuh Rp 2,6 Juta
Sedangkan harga emas AS untuk pengiriman turun 3,2% menjadi USD 4.935,70 per ons.
“Karena volatilitas yang tinggi sebelumnya, banyak orang akan menempatkan stop loss mereka di bawah USD 5.000 atau di atas level USD 5.100 hanya untuk mempertahankan posisi stop loss mereka,” kata Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, Jumat (13/2/2026).
“Akibat penurunan harga, stop loss telah terpicu di bawah level USD 5.000, dan itu menyebabkan efek berantai, yang mengakibatkan harga anjlok dalam waktu singkat.”
Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan pasar kerja AS memulai tahun 2026 dengan pijakan yang lebih kuat dari yang diperkirakan, memperkuat pandangan bahwa para pembuat kebijakan mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian meningkat sebesar 130.000 pada bulan Januari, setelah revisi ke bawah sebesar 48.000 pada bulan Desember. Sementara tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,3%.
/2025/12/18/267412546.jpg)
/2023/01/26/1223196991.jpg)
/2025/12/18/787809557.jpg)
/2017/09/13/873422372.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501645/original/058632000_1770951452-Foto_1b__3_.JPG.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4925005/original/026240300_1724314722-c63f32f3-4ccf-4d9b-ba5a-3c4acd3f5b5b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4514832/original/065030000_1690355151-20230726-Festival-Ekonomi-Sirkular-2023-Faizal-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369937/original/040260300_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1030889/original/091943700_1445597635-20151023-Penjual-Daging-Sapi-Jakarta3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595487/original/076206600_1696237537-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481615/original/091930400_1769139822-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500839/original/076453000_1770879365-Wakil_Menteri_Keuangan__Suahasil_Nazara-2.jpg)