Jakarta – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas itu didukung oleh terhentinya lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau treasury dan dolar AS yang melemah. Sementara itu, investor menantikan risalah rapat the Federal Reserve (the Fed) pada September untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneternya.
Mengutip CNBC, Rabu (7/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.168,33 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,7% ke level US$ 4.187,10.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.887 per Dolas AS, Ditopang Kokohnya Cadangan Devisa
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.899 per Dolar AS, Terdongkrak Sinyal The Fed
Kami melihat adanya permintaan aset safe-haven (untuk emas) akibat gejolak di pasar obligasi Prancis dan kekhawatiran yang meningkat mengenai pasar obligasi pemerintah AS,” ujar Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sedikit turun setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade pada Senin pekan ini. Sementara dolar AS melemah dari level tertinggi satu tahun, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Investor masih merasa cemas mengenai peningkatan tingkat utang pemerintah dan pelebaran defisit anggaran di beberapa wilayah zona euro, khususnya Prancis, yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi negara.
Investor kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September, yang dijadwalkan rilis pada Rabu, untuk mengukur kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini setelah data pertumbuhan lapangan kerja bulan September tercatat lebih rendah dari perkiraan.
Para pedagang kini melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hanya sebesar 22%, tetapi masih memperhitungkan probabilitas sebesar 84% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menurut data FedWatch Tool dari CME.
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/01/20/2143562902.jpg)
/2023/02/03/56809105.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354743/original/043043400_1790061615-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_14.16.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293736/original/020014800_1783747097-ChatGPT_Image_Jul_11__2026__12_17_56_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)