Jakarta – Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Senin, 6 April 2026. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi kebijakan moneter global yang masih ketat menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan emas.
Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) mulai berkurang dalam jangka pendek. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, aliran dana global justru lebih banyak mengalir ke dolar AS.
BACA JUGA:Debat Panas Michael Saylor vs Peter Schiff: Investor Bitcoin Diminta Waspada
BACA JUGA:Bukan Cuma Diskon, Pengguna Platform Pembayaran Digital Ini Bisa Dapat Emas dari Poin Belanja
BACA JUGA:PNBP SDA Tembus Rp 53,7 Triliun, Lonjakan Harga Emas dan Tembaga Jadi Penopang
Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Geraldo Kofit, dolar AS saat ini dinilai lebih unggul dibandingkan emas sebagai aset aman.
“Aliran dana global saat ini cenderung lebih banyak masuk ke dolar AS dibandingkan emas,” ungkapnya dalam riset yang dikutip pada Senin (6/4/2026).
Selain itu, kebijakan suku bunga dari bank sentral AS atau The Fed yang masih berada di level tinggi turut memberi tekanan tambahan. Dalam kondisi suku bunga tinggi, instrumen investasi berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.
“Kondisi ini membuat ruang penguatan emas menjadi terbatas, terutama selama dolar AS masih berada dalam tren menguat,” ujar Geraldo Kofit.

/2024/03/03/1059739962.jpg)
/2025/04/03/680313798.jpg)
/2025/12/19/2033941622.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505614/original/026744400_1771392012-btn2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461301/original/013023100_1767362851-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535731/original/078512200_1774100471-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-21_Maret_2026b.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4989211/original/076237300_1730628007-20241103-Polusi_Pakistan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546918/original/056754100_1775386026-IMG-20260405-WA0013.jpg)