Jakarta – Financial Stability Board (FSB) atau lembaga pengawas stabilitas keuangan global pada Jumat, 9 Oktober 2026 memperingatkan sejumlah negara dengan ekonomi terbesar di dunia belum siap menghadapi kegagalan bank berskala besar. Lembaga itu juga menyoroti secara khusus India dan Argentina yang tidak memiliki fasilitas likuiditas darurat apapun untuk menangani bank yang sedang mengalami kesulitan keuangan.
Mengutip Financial Times, Sabtu (10/10/2026), FSB menyerukan “tindakan segera” dari berbagai negara untuk membentuk mekanisme pendanaan pemerintah yang dapat berperan sebagai pemberi pinjaman terakhir atau lender of last resort. Selain itu memungkinkan bank yang gagal untuk ditutup secara aman atau dijual tanpa perlu melalui nasionalisasi.
BACA JUGA:Bank Danamon dan MUFG Indonesia Usulkan Nama Baru Usai Integrasi
BACA JUGA:Borong Chip AI Nvidia, SpaceX Cari Pinjaman Rp 715 Triliun
BACA JUGA:RUPSLB Bank Raya Setujui Perombakan Manajemen, Ini Daftarnya
Hampir 20 tahun setelah krisis keuangan global 2008, FSB menerbitkan tinjauan mekanisme dukungan pendanaan sektor publik atau public sector backstops.Tinjauan itu menemukan banyak pemerintah belum menerapkan salah satu instrument kunci yang kemungkinan besar akan mereka butuhkan saat terjadi kegagalan bank besar berikutnya.
FSB mengatakan, 19 yurisdiksi yang ditinjau, hanya Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Hong Kong yang telah sepenuhnya memenuhi rekomendasi FSB dengan membentuk fasilitas likuiditas bagi bank-bank yang dilanda krisis.
Memiliki mekanisme pendanaan dukungan sektor publik yang kredibel adalah hal yang sangat penting,” ujar Deputi Gubernur Bank Sentral Spanyol, Soledad Nunez yang memimpin tinjauan FBS itu.
Upaya lebih lanjut sangat diperlukan untuk menuntaskan penerapan rekomendasi FSB,” ia menambahkan.
/2022/02/10/2136096286.jpg)
/2026/04/06/64963745.jpg)
/2026/06/15/1046922011.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494434/original/017122500_1770289311-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung-5_Februari_2026a.jpeg)
/2026/06/14/576269802.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149804/original/091239300_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8531079/original/003967800_1782463675-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_15.46.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)