Jakarta – Ekonomi syariah berkontribusi hampir 25% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia atau setara Rp 1.524 triliun pada kuartal IV 2025. Namun, pangsa pasar pembiayaan perbankan syariah baru mencapai 7,44% pada Agustus 2026, meskipun pertumbuhannya mencapai 11,6% secara tahunan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo mengatakan, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju 6% pada 2027 dan 8% dalam jangka menengah.
BACA JUGA:ISEF 2026: Genjot Ekonomi Syariah ke Generasi Muda, BI Manfaatkan Roblox
BACA JUGA:Akad Kafalah dalam Ekonomi Syariah: Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangan
“Ekonomi syariah itu menjadi salah satu andalan bagi kita untuk mencapai pertumbuhan 6% tahun 2027 dan 8% di jangka menengah, sebagai bagian dari peningkatan daya saing,” ujar Drajad dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Drajad mengatakan aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.131 triliun dengan pangsa 11,36% dari total aset keuangan nasional. Indonesia juga menempati peringkat ketiga dunia berdasarkan nilai aset sukuk.
Meski demikian, Drajad menilai rendahnya inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan pengembangan industri tersebut. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43%, sedangkan tingkat inklusinya baru 13,24%.
Pada Agustus 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 758 triliun atau tumbuh 11,6%. Namun, pangsa pasar yang masih 7,44% menunjukkan ruang pengembangan pembiayaan syariah di Indonesia masih terbuka.
Drajad mengatakan pemerintah menyiapkan penguatan industri halal dan UMKM, peningkatan ekspor, perluasan kerja sama internasional, penguatan ekosistem halal, pengembangan keuangan syariah, serta optimalisasi dana sosial syariah untuk memperbesar kontribusi sektor tersebut.
“Pesan dari ekonomi syariah itu salah satunya adalah fair and just trade antar kita semua,” kata Drajad.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372986/original/025224400_1791942423-427e7f1f-781e-491c-9e5e-6f10f5326fd0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)