Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI memastikan likuiditas perseroan tetap memadai pada awal semester II 2026 meskipun kondisi likuiditas industri perbankan masih menjadi perhatian.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan, perseroan menjaga likuiditas dengan menyelaraskan pertumbuhan kredit dan kemampuan menghimpun dana.
BACA JUGA:Jelajah Negara Empat Musim Saat Musim Gugur, BRI Kartu Kredit Infinite Temani Perjalanan Lebih Nyaman
BACA JUGA:Garap Pasar Diaspora, BRI Rilis BRImo Taiwan untuk Transaksi Keuangan Global
BACA JUGA:BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, 75,1 Persen Portofolio Kredit Mengalir ke UMKM
Memasuki semester II 2026, kami akan terus menjaga likuiditas secara disiplin, terutama dengan menyelaraskan antara pertumbuhan kredit dan kapasitas penghimpunan dana,” kata Viviana dalam konferensi pers kinerja keuangan triwulan II 2026 yang disiarkan daring, Senin (31/8/2026).
Viviana mengatakan, loan to deposit ratio (LDR) industri perbankan mencapai 88,3% pada kuartal II 2026, sedangkan LDR BRI berada pada 90,8%.
Menurut Viviana, posisi tersebut menunjukkan likuiditas perbankan nasional masih berada pada level memadai meskipun bank tetap perlu mengantisipasi dinamika likuiditas hingga akhir 2026.
BRI memperkuat likuiditas melalui peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) untuk menjaga struktur pendanaan tetap sehat dan efisien.
BRI juga mengandalkan sejumlah anchor client untuk memperkuat basis pendanaan dan menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dengan kapasitas penghimpunan dana.
Kami masih harus terus mewaspadai dinamika likuiditas sampai dengan akhir tahun,” ujar Viviana.
Viviana mengatakan strategi pengelolaan likuiditas tersebut akan menjadi bagian penting dari ekspansi BRI pada semester II 2026 agar pertumbuhan kredit tetap berjalan seiring dengan kemampuan pendanaan perseroan.

/2026/05/08/365732371.jpg)
/2023/08/25/562301300.jpg)
/2024/07/31/1713116901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128631/original/7400_1739254888-DALL__E_2025-02-11_13.20.04_-_A_futuristic_and_vibrant_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_playful_yet_confident_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336058/original/078757900_1788099807-c8aa79cc-f278-4edd-bf0c-ab5f1bf8ebbc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336394/original/078782800_1788159760-3608754e-d6ef-45b9-bd54-e934752df7dd.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192686/original/018507100_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)