Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menegaskan, upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Rupiah diklaim mampu dijaga dalam beberapa waktu terakhir.
Nilai tukar rupiah tembus Rp 18.046 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Destry menegaskan pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh kondisi global. Ketidakpastian global serta tingkat inflasi turut menjadi faktornya.
BACA JUGA:Inflasi Pangan Tembus 5%, Bos BI Bakal Minta Bantuan Mentan
BACA JUGA:Antisipasi BI Rate Naik, OJK Tegaskan Suku Bunga Kredit Tak Serta-Merta Naik
BACA JUGA:Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,2 Triliun, BI Genjot Pembiayaan Produktif
Fed Fund Rate diperkirakan naik namun probability di bulan Oktober akan menjadi lebih kecil saat ini. Sehingga itu yang tentu menjadi salah satu tantangan buat rupiah kita, kata Destry di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Dia menerangkan lagi, upaya menjaga nilai tukar dilakukan. Destry mengklaim stabilitas rupiah tetap terjaga dalam beberapa waktu terakhir.
So far dua hari ini rupiah bisa kami jaga stabilitasnya, sehingga terjadi memang pelambatan, sedikit pelambatan dan itu juga sesuai dengan beberapa negara di emerging market, ungkapnya.
Destry mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto meminta bank sentral mengerahkan upaya untuk menjaga stabilitas rupiah. Termasuk melalui intervensi, baik ke pasar spot, NDF, maupun DNDF. Termasuk juga insentif biaya hedging yang telah dilakukan BI sejak Juni 2026.
Hingga saat ini sudah bisa mendatangkan inflow, baik dalam bentuk efek swap ataupun dalam bentuk DNDF senilai sekitar US$ 8-9 miliar, tegas dia.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376653/original/046838100_1792384396-word_media_image1.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375537/original/049333800_1792153756-Citi_Logo_Ambiance.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)