Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 3,55 miliar pada Agustus 2026, naik dibandingkan surplus Juli 2026 sebesar US$ 0,12 miliar, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Bank Indonesia (BI) menilai, peningkatan surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dikutip dari laman BI, Jumat, (2/10/2026).
BACA JUGA:El Nino Tak Cuma Picu Inflasi, Ekspor Komoditas Bisa Terganggu
BACA JUGA:Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
BACA JUGA:Pengusaha Pede Neraca Perdagangan Indonesia Masih Bisa Surplus
Surplus neraca perdagangan pada Agustus 2026 bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas.
Neraca perdagangan nonmigas pada Agustus 2026 mencatat surplus sebesar US$ 6,09 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar US$ 3,10 miliar, sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas dan penurunan impor nonmigas.
Ekspor nonmigas meningkat menjadi sebesar US$ 25,62 miliar, terutama didorong oleh ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani/nabati, serta logam mulia dan perhiasan/permata, maupun produk manufaktur seperti berbagai produk kimia. Berdasarkan negara tujuan, China, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor nonmigas Indonesia.
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun menjadi US$ 2,54 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari realisasi bulan sebelumnya sebesar US$ 2,98 miliar, sejalan dengan penurunan impor migas dan peningkatan ekspor migas. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencatat surplus sebesar US$ 7,25 miliar.
/2026/03/08/1389890413.jpg)
/2026/06/09/185831808.jpg)
/2020/10/21/1275555835.jpg)
/2025/12/05/291552133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363521/original/053378700_1790871297-83c7f18f-7259-4216-b692-3bcbba6e9ca6.jpeg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)