Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau disebut BCA menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA. Hal ini seiring kabar di media sosial soal pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau dikenal sebagai Haji Isam meng-akuisisi saham BBCA.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa INFORMASI TERSEBUT TIDAK BENAR,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F.Haryn dikutip dari keterangan resmi, Jumat, (25/9/2026).
BACA JUGA:BCA Sambangi Keluarga Jurnalis Arie Basuki yang Hilang Kontak
BACA JUGA:Mengenal Rumah Maggot, Solusi Pengelolaan Sampah Organik yang Jadi Salah Satu Program Pengabdian di Genera-Z Berbakti 2026
BACA JUGA:Kartu Kredit BCA Blibli Tiket Mastercard Hubungkan Kemudahan Belanja hingga Travel
Hera mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan dan outlet media yang kredibel.
“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” kata Hera.
Apabila nasabah memiliki pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi contact center Halo BCA melalui 1500888 atau aplikasi haloBCA, WA Bank BCA 08111500998, X (Twitter) @HaloBCA, webchat www.bca.co.id, atau e-mail melalui [email protected].
Mengutip data RTI, harga saham BBCA ditutup naik 0,40% menjadi Rp 6.250 per saham pada perdagangan saham Jumat, 25 September 2026. Harga saham BBCA dibuka stagnan di Rp 6.225 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 6.275 dan terendah Rp 6.200 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 16.972 kali dengan volume perdagangan saham 1.072.648 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 669 miliar.
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/08/20/1099693990.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
/2025/12/08/1288244716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474423/original/065994600_1768476612-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356767/original/013627700_1790220690-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_10.21.532.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400373/original/025506300_1762089346-Untitled.jpg)