Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen dinilai membuka ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit secara bertahap.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengungkapkan, Penurunan suku bunga acuan atau BI Rate membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan suku bunga kredit lebih rendah. Namun, tantangannya bukan hanya dari sisi perbankan, melainkan juga dari sisi permintaan.
BACA JUGA:Dampak BI Tahan Suku Bunga 4,75% terhadap Rupiah
BACA JUGA:Suku Bunga Acuan Tetap 4,7%, Analis Ungkap Dampaknya ke IHSG
BACA JUGA:Geger Internal The Fed, Pejabat Bank Sentral AS Terpecah soal Suku Bunga
“Perbankan tidak bisa langsung menurunkan suku bunga kredit meskipun suku bunga acuan turun. Kita juga harus selektif, melihat kualitas debitur dan permintaan kreditnya,” ujar Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, perbaikan daya beli dan kondisi konsumen akan menjadi kunci. Jika permintaan dari konsumen membaik, maka sektor bisnis akan mulai melakukan ekspansi, yang pada akhirnya mendorong permintaan kredit.
“Kalau demand dari konsumen sudah bagus, bisnis akan ekspansi. Dari situ perbankan melihat peluang, dan secara gradual suku bunga kredit bisa turun,” kata Faisal.
Menurutnya, BI tetap menjaga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial yang bersifat progresif. Menurutnya, ruang pelonggaran moneter sebenarnya masih tersedia, namun tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
“Bank Indonesia masih punya ruang pemotongan suku bunga, tapi tidak akan agresif. Support ke growth itu akan lebih banyak dilakukan lewat kebijakan makroprudensial,” jelasnya.
Faisal menilai, sejak tahun lalu BI sudah cukup agresif memangkas suku bunga. Namun, transmisi kebijakan tersebut ke sektor perbankan dan kredit masih terbatas. Karena itu, fokus BI ke depan adalah mempercepat transmisi agar pelonggaran moneter benar-benar terasa di sektor riil.
“Ruang pemotongan suku bunga itu besar, tapi belum sepenuhnya ter-translate ke perbankan. Jadi fokusnya sekarang bagaimana transmisi ini bisa lebih cepat,” katanya.
/2025/01/14/1692653614.jpg)
/2025/08/20/466700334.jpg)
/2025/11/24/535742307.jpg)
/2025/08/03/1270988211.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369937/original/040260300_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506813/original/087354100_1771476618-WhatsApp_Image_2026-02-18_at_17.48.43.jpeg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507756/original/063758900_1771548196-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_07.24.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170217/original/039135200_1742596938-20250322-Penukaran_Uang-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507499/original/070162600_1771494471-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_15.33.22__3_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)