Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pengelolaan uang Rupiah berbasis ekonomi sirkular. Salah satunya dengan mengolah limbah racik uang kertas menjadi cendera mata bersama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memanfaatkannya sebagai tambahan sumber energi bagi listrik dan industri.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali mengatakan pengelolaan uang kini tidak hanya berkaitan dengan pencetakan, pengedaran, dan pemusnahan, tetapi juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
BACA JUGA:BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia Segmen Ritel, Bisa untuk Pembayaran QRIS
BACA JUGA:BI Gratiskan Biaya Transaksi QRIS Hingga Rp 100 Ribu
BACA JUGA:Bank Indonesia Beri Dua Kado Spesial di HUT ke-81 RI
Saat membuka rangkaian Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Ricky menjelaskan bahwa uang Rupiah yang sudah tidak layak edar tetap dapat memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif.
Dalam penerapannya, BI menggandeng UMKM untuk mengolah limbah racik uang menjadi berbagai cendera mata. Selain itu, BI bermitra dengan perusahaan pengolahan energi agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tambahan sumber energi listrik maupun industri.
Saat ini, 72% limbah racik uang kertas telah diolah. BI menargetkan seluruh limbah racik uang dapat diproses secara sirkuler pada 2027.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pengelolaan Rupiah yang lebih ramah lingkungan. BI juga telah mendapatkan penghargaan International Association of Currency Affairs (IACA) Award 2026 atas inovasi dalam pengelolaan uang.
Dari Limbah Jadi Nilai Baru
Pengelolaan uang yang sebelumnya berakhir pada pemusnahan kini diarahkan untuk memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan sekaligus perekonomian.

/2026/04/28/1835199726.jpg)
/2024/01/02/255420581.jpg)
/2020/10/07/991384626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326220/original/054110800_1786965975-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_14.53.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8821088/original/039186700_1782912172-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320607/original/004066500_1786358780-IMG_6396.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323648/original/063404100_1786628918-PONDASI_-_EBL_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323914/original/089450400_1786680755-pid6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458471/original/078083500_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573199/original/080057300_1777884181-ChatGPT_Image_May_4__2026__03_42_23_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3653282/original/032068500_1638698485-Mark_Cuban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325605/original/023566800_1786882249-James_Eugene_-_VP_of_Business_Development_INDODAX__1_.jpg)