Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun tetap berada dalam kondisi stabil hingga Januari 2026. Ketahanan tersebut terutama ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang masih terjaga pada level tinggi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa total aset industri asuransi pada Januari 2026 mencapai Rp 1.214,82 triliun atau meningkat 5,96 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
BACA JUGA:BRI Insurance Bayar Klaim Asuransi Alat Berat Rp1,4 Miliar di Pinrang
BACA JUGA:Industri Asuransi Diproyeksi Tumbuh 7% di 2026, Ini Pendorongnya
“Asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp 995,19 triliun atau naik 7,48 persen year-on-year,” kata Ogi dalam Konferensi Pers RDKB Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Dari sisi kinerja, pendapatan premi asuransi komersial secara akumulatif pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp 36,38 triliun atau tumbuh 4,67 persen yoy.
Angka tersebut terdiri atas premi asuransi jiwa yang masih mengalami kontraksi 6,15 persen yoy menjadi Rp 17,97 triliun, serta premi asuransi umum dan reasuransi yang meningkat 17,92 persen yoy menjadi Rp 18,47 triliun.
Untuk permodalan, industri asuransi jiwa mencatat risk based capital (RBC) sebesar 478,06 persen, sedangkan asuransi umum dan reasuransi sebesar 323,47 persen. Kedua rasio tersebut masih jauh melampaui ambang batas minimum 120 persen.
“Untuk asuransi non-komersil yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta program asuransi ASN, TNI dan Polri terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), total aset sebesar Rp 219,67 triliun atau terkontraksi sebesar 0,42 persen year on year,” jelas Ogi.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4505650/original/071184400_1689646835-Image_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)