• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Hadapi Banyak Tantangan, Intip Proyeksi INCO di 2025

Hadapi Banyak Tantangan, Intip Proyeksi INCO di 2025

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-01-30
0

Hadapi Banyak Tantangan, Intip Proyeksi INCO di 2025

wmhg.org – JAKARTA. Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan masih akan turun di 2025. Namun, diperkirakan kinerjanya akan pulih bertahap didukung penurunan biaya input.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai prospek INCO di 2025 didukung oleh proyek hilirisasi nikel. Menurutnya, meski tantangan harga nikel masih ada, inisiatif hilirisasi dan adopsi teknologi HPAL juga berpotensi memperbaiki kinerja keuangan dengan diversifikasi produk.  

Kami memproyeksikan harga nikel akan berada dikisaran US$ 15.000 – US$ 16.000 per ton yang diperkirakan bisa berdampak pada rata-rata harga jual (average selling price/ASP) INCO, ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (30/1).

Analis Maybank Sekuritas, Hasan Barakwan menurunkan perkiraan ASP 2025 INCO sebesar 9,8% menjadi US$ 12.937 per ton. Sebab, ia memperkirakan pasar nikel global akan tetap surplus pada 2025-2026.

Dijelaskan, surplus yang persisten didorong oleh dominasi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, yang secara agresif meningkatkan produksi produk antara seperti NPI, endapan hidroksida campuran (MHP), dan matte.

Produk-produk ini masuk ke dalam rantai pasokan global, terutama di China, memastikan pertumbuhan pasokan yang kuat meskipun ada gangguan lokal di wilayah lain, sambungnya.

Karenanya, Maybank Sekuritas menurunkan perkiraan pendapatan di 2025 sebesar 33% menjadi US$ 73 juta, didorong oleh ekspektasi ASP nikel yang lebih rendah. Namun, Hasan telah memperhitungkan penjualan bijih nikel sekitar 1 juta ton pada 2025 karena hal ini akan menjadi penopang yang kuat untuk pendapatan INCO.

Lanjutnya, diversifikasi ke bijih nikel akan membantu mengurangi dampak dari melemahnya harga nikel. Selain itu akan mendukung kinerja keuangan INCO di masa mendatang, serta meningkatkan ketahanannya di tengah kondisi pasar yang lemah.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan juga melihat tantangan terhadap kinerja INCO seiring harga nikel yang lesu akibat lemahnya permintaan dari China. Namun demikian, peluang pertumbuhan jangka menengah muncul melalui inisiatif hilirisasi di Indonesia, khususnya adopsi teknologi HPAL untuk produksi endapan hidroksida campuran (mixed hydroxide precipitate/MHP).

Proyek-proyek utama di Morowali dan Pomalaa diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap produk-produk INCO seiring dengan meningkatnya skala sektor hilir. Fokus INCO pada efisiensi biaya, ditambah dengan ketergantungan pada energi bersih dari pembangkit listrik tenaga air, mendukung posisi INCO yang kompetitif dari segi biaya sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutannya.

Hal ini memberikan keuntungan strategis, bahkan selama periode volatilitas harga nikel, terangnya.

Karenanya, Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengantisipasi pemulihan secara bertahap di 2025, didukung oleh penurunan biaya input dan perbaikan operasional. Pendapatan INCO diproyeksikan sedikit menurun atau 2,2% YoY menjadi US$ 985 juta, sementara EBITDA diperkirakan akan meningkat 12,1% YoY menjadi US$ 333 juta, dan laba bersih tumbuh 23,3% YoY menjadi US$ 90 juta.

Margin diperkirakan akan membaik seiring dengan meredanya tekanan biaya, dengan marjin laba kotor meningkat 3,3ppt YoY menjadi 17%, marjin EBITDA naik 4,3ppt menjadi 33,8%, dan marjin bersih tumbuh 1,9ppt menjadi 9,2%. Peningkatan ini, kata Rizkia, didorong oleh penurunan biaya energi dan efisiensi operasional yang berkelanjutan, terangnya.

Proyeksi kami belum memasukkan dampak potensial dari proyek-proyek HPAL INCO di Morowali dan Pomalaa, yang merupakan katalisator pertumbuhan jangka panjang. Seiring dengan kemajuan proyek-proyek tersebut, proyek-proyek tersebut dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi proposisi nilai jangka menengah INCO, sambungnya.

Adapun risiko utama proyeksi itu meliputi pelemahan harga nikel yang berkepanjangan dan penundaan eksekusi proyek. Namun demikian, penurunan biaya input dan manajemen biaya yang disiplin memberikan jalan yang jelas bagi INCO untuk meningkatkan kinerja keuangannya.

Dus, Rizkia telah memajukan basis valuasi menjadi 2025, dengan memasukkan perkiraan yang telah direvisi. Sebagai hasilnya, Mirae Asset Sekuritas Indonesia telah meningkatkan target harga untuk INCO menjadi Rp 4.290 per saham, yang mengimplikasikan EV/EBITDA sebesar 6,5 kali, atau -0,5 SD di bawah rata-rata historisnya selama 5 tahun.

Dari sana, Rizkia mempertahankan rekomendasi trading buy untuk INCO. Adapun Hasan mempertahankan rating buy INCO dengan target harga Rp 4.600 per saham.

  INCO Chart by TradingView

Berikut jadwal proyek-proyek utama INCO meliputi:

– Proyek HPAL Morowali: Diharapkan selesai pada Q3 2026, dengan kapasitas tahunan sebesar 60 ktpa dari PLTMH.

– Proyek HPAL Pomalaa: Ditargetkan selesai pada Q4 2026, dengan kapasitas tahunan sebesar 120 ktpa.

– Tambang Nikel Bahodopi: Progres konstruksi mencapai 22%, dengan perkiraan penyelesaian proyek pada K2 2026.

– Proyek Limonit Sorowako: Saat ini dalam tahap studi kelayakan, dengan penyelesaian diharapkan pada Q4 2025. 

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Ditahan di Penjara Singapura, Paulus Tannos Terlibat Kasus Apa?

Ditahan di Penjara Singapura, Paulus Tannos Terlibat Kasus Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Trump Revisi Aturan Tarif Baja, Aluminium hingga Tembaga

Trump Revisi Aturan Tarif Baja, Aluminium hingga Tembaga

2026-06-03
Inhealth Hadir dengan Wajah Baru

Inhealth Hadir dengan Wajah Baru

2026-06-03
Minat Asuransi Jiwa Kuat, Jumlah Tertanggung Tembus 118 Juta Orang

Minat Asuransi Jiwa Kuat, Jumlah Tertanggung Tembus 118 Juta Orang

2026-06-03
Harga Perak Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Turun Rp 300

Harga Perak Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Turun Rp 300

2026-05-31
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Pengamat Ungkap Rupiah Sempat Menguat Efek Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Pengamat Ungkap Rupiah Sempat Menguat Efek Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

2026-06-03
Usai Menguat Saat Libur, Rupiah Diproyeksi Melemah Lagi Hari Ini

Usai Menguat Saat Libur, Rupiah Diproyeksi Melemah Lagi Hari Ini

2026-06-03
Rupiah Dekati Rp 18.000, Cek Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar

Rupiah Dekati Rp 18.000, Cek Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar

2026-06-03
Minat Asuransi Jiwa Kuat, Jumlah Tertanggung Tembus 118 Juta Orang

Minat Asuransi Jiwa Kuat, Jumlah Tertanggung Tembus 118 Juta Orang

2026-06-03

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Tips Terhindar dari Penipuan Kripto

Tips Terhindar dari Penipuan Kripto

2026-06-03
0
Harga Bitcoin Lesu Tersengat Ketegangan Amerika Serikat-Iran Meningkat

Harga Bitcoin Lesu Tersengat Ketegangan Amerika Serikat-Iran Meningkat

2026-06-03
0
Harga Kripto Memerah: Bitcoin dan Altcoin Utama Kompak Merosot

Harga Kripto Memerah: Bitcoin dan Altcoin Utama Kompak Merosot

2026-06-03
0
Dogecoin Gandeng Paxos, Sekarang Jangkau 150 Negara

Dogecoin Gandeng Paxos, Sekarang Jangkau 150 Negara

2026-06-03
0
Bayar Dividen, Strategy Jual 32 Bitcoin

Bayar Dividen, Strategy Jual 32 Bitcoin

2026-06-03
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Pengamat Ungkap Rupiah Sempat Menguat Efek Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Pengamat Ungkap Rupiah Sempat Menguat Efek Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

2026-06-03
Usai Menguat Saat Libur, Rupiah Diproyeksi Melemah Lagi Hari Ini

Usai Menguat Saat Libur, Rupiah Diproyeksi Melemah Lagi Hari Ini

2026-06-03

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.