• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Juni 5, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » 100 Hari Pemerintahan Prabowo, Begini Kinerja Pasar Saham

100 Hari Pemerintahan Prabowo, Begini Kinerja Pasar Saham

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-01-28
0

100 Hari Pemerintahan Prabowo, Begini Kinerja Pasar Saham

wmhg.org – JAKARTA. Masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap 100 hari pada hari ini (28/1). Analis menyodorkan sejumlah catatan mengenai dinamika pasar modal, khususnya bursa saham selama periode 100 hari Prabowo – Gibran.

Head of Research Syailendra Capital Rizki Jauhari menyoroti survei tingkat kepuasan publik terbilang tinggi terhadap 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran yang memimpin Kabinet Merah Putih. Contohnya survei dari Litbang Kompas yang memotret 80,9% responden merasa puas terhadap kinerja pemerintah.

Sedangkan di pasar modal, Rizki mengamati sentimen dan reaksi pelaku pasar cenderung beragam (mixed) terhadap pemerintahan baru yang dilantik pada 20 Oktober 2024 ini. Rizki melihat sejumlah kebijakan yang berpotensi membawa respons positif jika berjalan sesuai rencana.

Di antaranya adalah efisiensi anggaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pemberantasan judi online.

Kebijakan lainnya yang berpotensi berdampak positif terhadap ekonomi adalah pembangunan 3 juta rumah dan berlanjutnya hilirisasi, kata Rizki kepada Kontan.co.id, Senin (27/1).

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menilai kebijakan pemerintah dan kondisi makro ekonomi sejauh ini belum dapat memacu arus dana masuk (capital inflow) dari investor asing secara signifikan. Menurut Pandhu, Indonesia perlu memiliki daya tarik dan cerita pertumbuhan (growth story) yang lebih kuat selain hilirisasi.

Jika ada potensi growth yang kuat pada suatu  industri, tentu dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang baru. Harapannya saham-saham terdampak positif dari pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, ungkap Pandhu.

Sejak akhir tahun 2024, saham-saham milik konglomerat atau grup konglomerasi mendominasi pasar sebagai penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pandhu menaksir peran saham konglomerasi masih kuat menyetir pasar, setidaknya hingga kuartal I-2025, apalagi jika dari dalam negeri masih minim katalis.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Dimas Krisna Ramadhani juga memandang belum banyak kebijakan pemerintah yang berdampak sebagai katalis penggerak IHSG. Menurut Dimas, dalam 100 hari ini masih terlalu dini mengukur dampak dari kebijakan Prabowo – Gibran.

Terutama jika dikaitkan dengan kinerja emiten yang berhubungan, atau diekspektasikan terpapar katalis dari program tersebut.

Contohnya kebijakan MBG kan baru diterapkan. Untuk melihat dampak dari kebijakan Prabowo – Gibran harus dilihat nanti bagaimana datanya. Begitu juga inflasi, pertumbuhan ekonomi dan lainnya, ujar Dimas.

Pada periode yang sama, Dimas melihat ramai sentimen eksternal dari geopolitik maupun makro ekonomi global yang memengaruhi pergerakan pasar.

Belum banyak kebijakan yang berpengaruh terhadap katalis pergerakan IHSG karena selama 100 hari Prabowo – Gibran lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi makro global, jelas Dimas.

Chief Economist NH Korindo Sekuritas Indonesia Ezaridho Ibnutama sepakat, sentimen eksternal cukup kuat menyetir arah pasar. Salah satunya kemenangan hingga pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang membawa sentimen signifikan bagi pasar modal global, termasuk Indonesia.

Dus, Ezaridho menilai arus dana keluar (capital outflow) yang cukup kencang tidak sepenuhnya akibat kebijakan 100 hari pemerintahan Prabowo – Gibran.

Investor tampak euforia beralih ke saham AS karena ada Trump Effect ketika menang pemilihan presiden dan dalam perjalanan inagurasi, ujar Ezaridho.

Hanya saja, Ezaridho juga melihat dalam 100 hari pemerintahan Prabowo – Gibran, belum banyak kebijakan yang memberikan sinyal kepada investor dalam mendorong pertumbuhan pasar modal.

Namun, ada sentimen positif ke depan untuk sektor jasa keuangan seperti izin bullion bank untuk perusahaan swasta dan kebijakan lebih terbuka untuk aset kripto, kata Ezaridho.

Chief Executive Officer Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menilai sentimen di 100 hari pemerintahan Prabowo – Gibran cenderung netral. Pasar pun sudah cenderung priced in sejak pengumuman hasil Pemilihan Presiden. 

Setelah pelantikan, pelaku pasar lebih condong merespons faktor eksternal. Terutama dari sisi kebijakan AS di bawah Trump, penurunan frekuensi pemotongan suku bunga AS, hingga dinamika geo-politik global.

Walau demikian, respons pasar saat ini cenderung positif. Didukung oleh faktor eksternal seperti kebijakan Trump yang dinilai tidak seketat janji kampanyenya, kata Praska.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan turut menyoroti capital outflow yang cukup deras dalam tiga bulan terakhir. Ekonomi global yang tidak stabil sejak kuartal IV-2024 mendorong investor asing mengamankan dananya ke instrumen yang lebih aman di negara maju.

Ekky kemudian menyoroti langkah Bank Indonesia yang di luar ekspektasi pasar memangkas suku bunga acuan 25 basis poin di pertengahan Januari 2025. Langkah ini cukup membuat pembalikan arah di bursa saham. Sejak penurunan suku bunga BI arus keluar dana asing mulai melandai, menunjukkan stabilisasi awal di pasar modal, ungkap Ekky.

Menurut Ekky, dinamika yang terjadi di pasar saham sepanjang 100 hari Prabowo – Gibran cenderung sejalan dengan instrumen pasar modal lainnya seperti obligasi. Faktor lain yang berperan besar adalah pelemahan nilai tukar rupiah. 

Rizki juga menilai capital outflow lebih disebabkan oleh penguatan signifikan dolar AS. Sebagai catatan, indeks dolar AS menguat 7,16% sejak September 2024 dan menekan kurs rupiah hingga mencapai level Rp 16.300 per dolar AS.

Tapi, menjelang akhir Januari 2025 Rizki menyoroti sinyal perbaikan yang mulai tampak di pasar modal. Pertama, transaksi harian di bursa saham sudah kembali ke atas Rp 10 triliun, setelah pada Desember 2024 sempat menyentuh level terendah di Rp 5,7 triliun.

Kedua, penawaran masuk atas lelang Surat Utang Negara (SUN) konvensional mengalami perbaikan dari rata-rata bid di sekitar Rp 30 triliun – Rp 40 triliun pada November – Desember 2024 menjadi sekitar Rp 54 triliun.

  BRI Chart by TradingView

Praska sepakat, stabilitas kurs rupiah yang sudah kembali ke level Rp 16.200 per dolar AS menjadi sentimen penting terhadap pasar modal Indonesia.

Kebijakan Trump dinilai tidak seketat yang dibayangkan berdampak pada penurunan indeks dolar dan penguatan rupiah, kata Praska.

Dus, Praska menilai pelaku pasar perlu mengombinasikan sentimen eksternal dan domestik usai masa 100 hari kerja Prabowo – Gibran, serta gerak IHSG yang masih volatile. Praska menyarankan untuk selektif memilih saham di sektor yang berpotensi terpapar sentimen positif seperti energi, properti, konsumsi dan perbankan.

Dalam situasi pasar yang belum stabil, Dimas menyarankan untuk wait and see terlebih dulu. Para investor bisa memperhatikan sektor perbankan, terutama bank besar yang sedang bangkit.

Dimas menyarankan hold saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), atau buy di level harga saat ini. Target harga berada di area Rp 4.500 dan batas stoploss yang bisa dipertimbangkan ada di posisi Rp 4.100. 

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Prabowo Pangkas APBN Besar-besaran Demi MBG, Rocky Gerung : Kelihatan dari Awal

Prabowo Pangkas APBN Besar-besaran Demi MBG, Rocky Gerung : Kelihatan dari Awal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Luas Lahan Panen Naik tapi Produksi Beras Diprediksi Turun

Luas Lahan Panen Naik tapi Produksi Beras Diprediksi Turun

2026-06-03
Purbaya Ungkap Isi Revisi UU P2SK, Ada Kripto hingga Penghapusan Piutang Macet

Purbaya Ungkap Isi Revisi UU P2SK, Ada Kripto hingga Penghapusan Piutang Macet

2026-06-04
Kasus Korupsi MBG, Pengamat Sebut Tata Kelola BGN Tidak Berjalan Baik

Kasus Korupsi MBG, Pengamat Sebut Tata Kelola BGN Tidak Berjalan Baik

2026-06-04
Moody\’s Sematkan Peringkat Baa2 untuk Danantara Investment, Outlook Negatif

Moody\’s Sematkan Peringkat Baa2 untuk Danantara Investment, Outlook Negatif

2026-06-04
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Rupiah Tembus Rp 18.019 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah Tembus Rp 18.019 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

2026-06-05
Direktur Utama BRI Hery Gunardi Ungkap 5 Strategi Memulai Bisnis agar Bertahan dan Berkembang

Direktur Utama BRI Hery Gunardi Ungkap 5 Strategi Memulai Bisnis agar Bertahan dan Berkembang

2026-06-05
Ringgit Malaysia Sentuh Rp 4.491,23, Dolar Singapura Rp 14.011,08

Ringgit Malaysia Sentuh Rp 4.491,23, Dolar Singapura Rp 14.011,08

2026-06-05
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 Juni 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Turun

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 Juni 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Turun

2026-06-05

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Tambang Bitcoin di Brasil Manfaatkan Listrik dari Ampas Tebu

Tambang Bitcoin di Brasil Manfaatkan Listrik dari Ampas Tebu

2026-06-05
0
Harga Kripto Hari Ini 4 Juni 2026: Bitcoin Lesu

Harga Kripto Hari Ini 4 Juni 2026: Bitcoin Lesu

2026-06-05
0
Tokenisasi Saham Bikin Industri Kripto dan Pasar Modal Makin Dekat

Tokenisasi Saham Bikin Industri Kripto dan Pasar Modal Makin Dekat

2026-06-05
0
Parlemen Minta Bank Sentral Inggris Melonggarkan Ketentuan Stablecoin

Parlemen Minta Bank Sentral Inggris Melonggarkan Ketentuan Stablecoin

2026-06-05
0
Menteri Keuangan AS Scott Bessent Ungkap Cadangan Bitcoin di Senat

Menteri Keuangan AS Scott Bessent Ungkap Cadangan Bitcoin di Senat

2026-06-05
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Rupiah Tembus Rp 18.019 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah Tembus Rp 18.019 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

2026-06-05
Direktur Utama BRI Hery Gunardi Ungkap 5 Strategi Memulai Bisnis agar Bertahan dan Berkembang

Direktur Utama BRI Hery Gunardi Ungkap 5 Strategi Memulai Bisnis agar Bertahan dan Berkembang

2026-06-05

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.