• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » EKONOMI » KEUANGAN » Memahami Dampak Ekonomi dari Office Syndrome: Kesehatan Kerja Sebagai Investasi di Fakultas Kedokteran Presuniv

Memahami Dampak Ekonomi dari Office Syndrome: Kesehatan Kerja Sebagai Investasi di Fakultas Kedokteran Presuniv

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-09-04
0

Memahami Dampak Ekonomi dari Office Syndrome: Kesehatan Kerja Sebagai Investasi di Fakultas Kedokteran Presuniv

wmhg.org – Dalam proses pembelajarannya, sejak tahun pertama mahasiswa Fakultas Kedokteran, President University (Presuniv), secara langsung diperkenalkan dengan lingkungan medis.

Para mahasiswa diajak melakukan visitasi ke berbagai klinik, Puskemas maupun rumah-rumah sakit. Di sana mereka akan belajar dan berinteraksi langsung dengan beragam dokter dan pasien.

Selain itu, dalam pembelajarannya Fakultas Kedokteran, Presuniv, akan fokus pada isu-isu yang terkait dengan kesehatan kerja. Pilihan ini dilakukan karena lokasi Fakultas Kedokteran berada di kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, yakni kawasan industri Jababeka.

Kawasan ini menjadi tempat bagi 2.000-an perusahaan nasional dan multinasional. Jadi, ekosistem yang terkait dengan kesehatan kerja sudah ada di kawasan ini. Fokus pada kesehatan kerja itulah yang akan menjadi keunggulan dari Fakultas Kedokteran, Presuniv.

Demikian ditegaskan oleh Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran, Presuniv. Katanya lagi, oleh karena fokus pada kesehatan kerja, saat para mahasiswa lulus, mereka akan memiliki sertifikat Hygiene Perusahaan, Ergonomi, dan Kesehatan atau Hiperkes.

“Sertifikat ini sangat penting bagi mereka yang akan berkecimpung di dunia kerja dan menggeluti bidang kesehatan kerja,” tegas Prof. Budi ditulis Rabu (4/9/2024).

Ia juga mengungkapkan keunggulan lain dari Fakultas Kedokteran, Presuniv, yakni sistem pembelajarannya yang menggunakan bahasa Inggris.

Untuk memperingati satu tahun usianya yang jatuh pada 21 Agustus 2024, Fakultas Kedokteran, Presuniv, menggelar serangkaian acara. Di antaranya, potong tumpeng, lomba Balita Sehat hingga health talk atau bincang sehat yang membahas tentang office syndrome.

Pada acara bincang sehat yang digelar Senin, 26 Juli, dan membahas Management of Office Syndrome in the Workplace, hadir dua pembicara. Mereka adalah Dr. Ardini Saptaningsih Raksanagara, dr, MPH, dan dr. Rima Melati, MKK, Sp.Ak (K), Sp.Ok, Subsp BioKO (K). Ardini adalah dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran.

Sementara, Rima Melati adalah dosen di Fakultas Kedokteran, Presuniv, yang juga Ketua Komisi I Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional.

Menurut Ardini, sindrom adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat postur tubuh buruk dan kebiasaan kerja yang tidak ergonomis. Mengapa gejala tersebut muncul? Katanya, “Ada banyak sebab. Misalnya, durasi duduk yang terlalu lama, meja dan kursi yang tidak ergonomis, penggunaan komputer dalam jangka waktu yang terlalu lama, kurang istirahat, kebiasaan kerja yang tidak sehat, seperti cara mengetik yang salah atau posisi layar komputer yang kurang pas.”

Kebiasaan seperti itu, lanjut Ardini, akan memicu terjadinya beberapa masalah baik dalam jangka pendek maupun panjang.

“Dalam jangka pendek akan terjadi nyeri otot, kelelahan visual, dan kehilangan konsentrasi kerja,” ungkapnya.

Dalam jangka panjang, papar Ardini, akan menyebabkan terjadinya gangguan postur tubuh, nyeri yang bersifat kronis, serta stress dan gangguan mental.

Jika tidak ditangani secara serius, menurut Rima Melati, akan berdampak pada perekonomian melalui peningkatan biaya kesehatan dan menurunkan produktivitas. Semuanya pada gilirannya akan merugikan negara. Untuk soal biaya, urai Rima, ada yang langsung dan tidak langsung.

“Untuk yang langsung, misalnya, biaya pengobatan naik 20%-30% lebih tinggi. Sementara, yang tidak langsung adalah produktivitas pekerja akan turun 15%-20%, dan ketidakhadiran rata-rata bisa 5-10 hari per tahun,” paparnya.

Ia juga mengutip hasil studi di Amerika Serikat yang menyebutkan biaya langsung bisa mencapai US$20 miliar per tahun, dan yang tidak langsung bahkan lebih tinggi, yakni US$100 miliar per tahun.

Lanjut Rima, di Uni Eropa, dari berbagai kasus penyakit yang terjadi di sana, ternyata 40%-50% di antaranya terkait dengan dunia kerja.

“Kerugian yang ditimbulkan akibat berbagai penyakit tersebut diperkirakan mencapai 2%-3% dari Produk Domestik Bruto Uni Eropa,” urainya.

Jadi, simpul Rima, Office syndrome adalah tantangan yang nyata di dunia kerja modern yang mempengaruhi kesehatan dan produktivitas pekerja. Maka, sebelum itu terjadi, penting itu bagi seluruh institusi dan pekerjanya untuk melakukan berbagai langkah pencegahan.

Selain health talk soal office syndrome, sehari sebelumnya Fakultas Kedokteran juga menyelenggarakan lomba Balita Sehat di kampus Fakultas Kedokteran di Jl. Taman Golf Timur 1 No. 100, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Ada sekitar 100 anak usia 6 bulan hingga 5 tahun ikut serta dalam lomba ini. Menurut Prof. Budi, lomba ini merupakan salah satu bentuk dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran, Presuniv.

“Para dosen dan mahasiswa terlibat semua dalam pelaksanaan lomba ini,” tegas dia.

Katanya lagi, melalui lomba ini, para mahasiswa berinteraksi langsung dengan orang tua dan anak-anaknya. Interaksi semacam ini akan membangun rasa kemanusian dan kemampuan berempati mahasiswa terhadap orang tua dan anak-anaknya.

“Ini menjadi proses pembelajaran yang penting bagi mahasiswa,” tegas Prof. Budi.

Pada lomba tersebut, selain dilakukan pengecekan terhadap kesehatan anak, Fakultas Kedokteran, Presuniv, juga memberikan seminar untuk orang tua. Seminar membahas berbagai informasi, seperti pentingnya vaksinasi, dampak kurangnya vitamin pada wanita dan ibu hamil, dan juga berbagai permasalahan yang sering dialami oleh orangtua dan tips untuk mengatasinya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Nyelekit! Dosen UGM Kritik Pemerintah: Surat Lamaran CPNS Tak Perlu Pakai e-Meterai!

Nyelekit! Dosen UGM Kritik Pemerintah: Surat Lamaran CPNS Tak Perlu Pakai e-Meterai!

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
6 Petani Muda Indonesia Magang di Taiwan, Ini Sasarannya

6 Petani Muda Indonesia Magang di Taiwan, Ini Sasarannya

2024-09-03
Dogecoin Diramal Pimpin Altseason, Harga Bisa Tembus USD 10

Dogecoin Diramal Pimpin Altseason, Harga Bisa Tembus USD 10

2026-05-22
Cerita Elmin Damanik, Membangun Bisnis Sambil Melestarikan Kain Hiou Simalungun

Cerita Elmin Damanik, Membangun Bisnis Sambil Melestarikan Kain Hiou Simalungun

2026-08-25
Harga Minyak Turun, Dibayangi Prospek Permintaan yang Lemah

Harga Minyak Turun, Dibayangi Prospek Permintaan yang Lemah

2024-08-06
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30
Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

2026-09-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

2026-09-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

2026-09-30
0
Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

2026-09-30
0
Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

2026-09-30
0
Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

2026-09-30
0
Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

2026-09-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.