Jakarta – Nilai tukar yen melonjak terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, (3/8/2026). Hal itu membuat pelaku pasar bersiaga menghadapi kemungkinan intervensi lanjutan oleh otoritas Jepang untuk menopang mata uang yen.
Hal ini terjadi setelah Tokyo mengkonfirmasi ada intervensi pembelian yen yang terkoordinasi dengan Amerika Serikat pekan lalu.
BACA JUGA:Cerita Pilu Gempa Jepang, 2 Pekerja Tewas demi Jalankan Perintah Bos
BACA JUGA:Gempa Kumamoto: 214 WNI Terdampak Langsung, KBRI Tokyo Kirim Bantuan
Mengutip Yahoo Finance, Senin pekan ini, Yen melonjak lebih dari 1% terhadap dolar AS hingga mencapai level tertinggi harian di 155,20, posisi terkuat sejak awal Mei. Hal ini setelah yen sempat tertahan di level terendah dalam 40 tahun akibat tekanan suku bunga rendah Jepang dan dampak kenaikan harga eneri terhadap terms of trade atau rasio harga ekspor terhadap impor Jepang.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayam belum berkomentar mengenaikan apakah ada intervensi yang dilakukan Senin pekan ini.
Sementara itu, EM Asia FX and Rates Strategist BNP Paribas Singapore, Chandreesh Jain menuturkan sulit untuk memastikan apakah otoritas telah melakukan intervensi hari ini atau tidak. “Saya rasa pasar juga mencermati komentar yang muncul dari pihak Amerika Serikat (AS). Jadi menurut saya, para pelaku pasar yang memegang posisi long beli dolar/yen mulai menutup posisi pagi ini,” kata dia.
Ia menambahkan, intervensi semacam ini datang dan pergi dari waktu ke waktu. Akan tetapi, pergerakan dolar/yen tetap satu arah, yakni terus menguat.
“Hal ini jelas menunjukkan bahwa pasar tidak terlalu terpengaruh oleh intervensi tersebut; situasi baru bisa berubah jika dan hanya jika Bank of Japan (BOJ) mulai menaikkan suku bunga secara agresif,” kata dia.



/2025/06/19/1344461422.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327495/original/027503800_1756182310-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188322/original/019489300_1595493636-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299015/original/001342000_1753778278-Gemini_Generated_Image_lw0455lw0455lw04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377702/original/099462300_1760150557-Gemini_Generated_Image_zesvxuzesvxuzesv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313344/original/018060800_1785635741-rr.jpg)