Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2026 mencapai 1,01 juta kunjungan. Secara tahunan, angka ini mengalami kenaikan 1,11 persen dibandingkan Januari 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara bulanan terjadi penurunan kunjungan melalui pintu masuk utama sebesar 17,06 persen. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah wisman masih mencatat pertumbuhan sekitar 1,1 persen.
BACA JUGA:BPS Beberkan Nilai Impor dan Ekspor Indonesia di Jalur Selat Hormuz
BACA JUGA:33 Provinsi Inflasi, Sulawesi Selatan Tertinggi se-Indonesia
Turunnya wisman melalui pintu masuk utama, turun 17,06 persen secara bulanan, tetapi secara tahunan atau year on year naik 1,1 persen, kata Ateng dalam Konferensi Pers BPS, Senin (2/3/2026).
Kunjungan wisatawan asing tersebut tercatat melalui berbagai akses masuk, mulai dari bandara internasional, pelabuhan laut internasional, hingga pos lintas batas (PLB). Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi bulanan, tren tahunan masih relatif stabil.
Selain wisman, BPS juga memantau perkembangan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus). Pada Januari 2026, jumlah perjalanan domestik tercatat mencapai 102,04 juta perjalanan, atau turun 0,93 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya.
Meski perjalanan wisnus sedikit melemah, pergerakan penumpang di sejumlah moda transportasi justru menunjukkan tren yang beragam. Angkutan kereta api misalnya, mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Jumlah penumpang kereta api mencapai 48,10 juta orang pada Januari 2026, meningkat 10,94 persen secara tahunan. Sementara itu, penumpang angkutan udara internasional juga naik 2,04 persen menjadi 1,77 juta orang.
Di sisi lain, angkutan udara domestik mencatat penurunan 3,33 persen dengan total 4,92 juta penumpang. Penurunan juga terjadi pada angkutan laut domestik yang turun 0,55 persen menjadi 2,61 juta orang serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) yang merosot 3,67 persen menjadi 4,29 juta penumpang.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)