Jakarta – Eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini tengah menjadi sorotan dunia. Ketegangan yang kian memanas di kawasan Timur Tengah ini diprediksi tidak hanya mengguncang stabilitas politik, tetapi juga membawa dampak sistemik terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.
Lonjakan harga energi menjadi ancaman utama yang siap mengadang laju pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2026.
BACA JUGA:OPINI: Perkiraan Intelijen Strategis, Perang Israel-AS Melawan Iran Menuju Fase Akhir
BACA JUGA:Menlu Iran: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Hanya Kapal AS dan Israel yang Dilarang Lewat
BACA JUGA:Trump Serukan Negara-negara Kirim Kapal Perang untuk Amankan Selat Hormuz
Research Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Gundy Cahyadi, mengungkapkan bahwa tekanan baru terhadap ekonomi global mulai terasa seiring meningkatnya ketidakpastian. Padahal, di awal tahun, proyeksi ekonomi Indonesia masih terlihat cukup optimistis.
“Pada awal tahun, prospek ekonomi Indonesia sebenarnya masih relatif positif dengan proyeksi pertumbuhan berada di kisaran 5,0–5,3 persen. Namun, konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai mengubah proyeksi tersebut,” papar Gundy dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini menembus angka US$ 100 per barel menjadi alarm keras bagi negara pengimpor energi seperti Indonesia. Gundy menjelaskan bahwa kondisi ini akan memicu efek domino, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga tekanan berat pada nilai tukar rupiah.
Menurutnya, jika tren harga tinggi ini bertahan lama, target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen akan sulit tercapai. Ia pun menyarankan agar pemerintah segera beralih dari mode business as usual menuju mode krisis.
/2025/08/18/1393014342.jpg)
/2025/07/21/1137651184.jpg)
/2026/01/15/1286167361.jpg)
/2025/02/12/1446703785.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530879/original/054456900_1773498810-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_21.11.15.jpeg)
/2025/07/23/427260430.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4242618/original/081125200_1669641659-UMP_2023.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530878/original/047888800_1773498450-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_17.25.54.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530544/original/008599000_1773459278-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_09.02.00.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530784/original/022558300_1773477796-publikasi_1773470106_69b5019a20dc1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4992086/original/041220700_1730810535-IMG-20241105-WA0119.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3410990/original/017708200_1616657084-businessman-with-online-marketing_53876-94857.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5530807/original/048687300_1773481617-Hinako_Village_Taiwan.jpg)