Jakarta – Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara meminta PT Pembiayaan Investasi Pemerintah (PIP) bisa menyalurkan kredit usaha mikro (UMi) dengan bunga rendah. Utamanya lebih kecil dari bunga kredit bank.
Diketahui, skema pembiayaan kredit ini tidak langsung disalurkan PIP. Namun, BUMN Kemenkeu itu memilih badan usaha non bank untuk menyalurkan kredit ke masyarakat dengan target usaha mikro.
BACA JUGA:MSCI Beri Tenggat BEI Mei 2026, Investor Dilema: Wait and See atau Tancap Gas?
BACA JUGA:Pasar Obligasi Indonesia Diprediksi Masih Menarik di Tengah Gejolak Global
BACA JUGA:Kanada Suntik Rp 505 Miliar ke Indonesia Infrastructure Finance
BACA JUGA:Pelaku Usaha Mikro Bisa Dapat Bunga Kredit Murah, Begini Skemanya
Ketika memberikan pembiayaan kepada perusahaan penyalur PIP sendiri, bunga dari PIP itu bisa 2 persen, bisa 3 persen, maksimum 4 persen. Jadi bunganya murah karena memang tujuannya adalah untuk membantu masyarakat bukan bunga komersial, kata Suahasil, di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).
Dia menyadari, lembaga atau badan usaha penyalur kredit UMi itu memerlukan margin untuk pendampingan. Sehingga, dia mewajari adanya tambahan dari bunga tersebut. Hanya saja, dia meminta besaran bunga total kepada debitur tidak lebih tinggi dari bunga kredit bank.
Biasanya pendampingan dan pemberdayaan ini butuh biaya juga. Jadi bunga dari PIP agak ditambah juga oleh penyalur. Kalau ditambah boleh-boleh saja, tapi kita berharap kalau ditambah ya jangan sampai setinggi bunga bank. Karena kalau enggak ya minjem ke bank saja, tutur dia.
Suahasil juga meminta PIP untuk aktif mencari pelaku usaha mikro dan penyalur kreditnya. Guna memperkuatnya, dia juga berharap ada peran dari pemerintah daerah. Kerja sama dengan Pemda, dengan Dinas Kooperasi, Dinas UMKM di setiap daerah menjadi kunci dari pembiayaan yang tepat sasaran dengan bisa meningkatkan usaha mikro dan kecil tersebut, jelas dia.
/2025/12/18/267412546.jpg)
/2023/01/26/1223196991.jpg)
/2025/12/18/787809557.jpg)
/2017/09/13/873422372.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481615/original/091930400_1769139822-3.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4925005/original/026240300_1724314722-c63f32f3-4ccf-4d9b-ba5a-3c4acd3f5b5b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4514832/original/065030000_1690355151-20230726-Festival-Ekonomi-Sirkular-2023-Faizal-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501645/original/058632000_1770951452-Foto_1b__3_.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369937/original/040260300_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1030889/original/091943700_1445597635-20151023-Penjual-Daging-Sapi-Jakarta3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595487/original/076206600_1696237537-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_2.jpg)