Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ketika terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Salah satunya, pengaruh kenaikan harga minyak dunia.
Juda menuturkan, kenaikan harga minyak dunia akan berpengaruh pada beban yang ditanggung APBN. Ketika Indonesia Crude Price (ICP) naik saat menyesuaikan harga global, maka beban fiskal otomatis bertambah.
BACA JUGA:Ketum PBNU Minta Indonesia Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan AS dan Iran
BACA JUGA:Harga Pangan Bakal Melonjak Imbas Perang AS-Iran? Ini Kata Mendag
BACA JUGA:Iran Desak Korea Selatan Turun Tangan Redam Konflik Timur Tengah
BACA JUGA:Kapal Perang Iran Tenggelam di Samudra Hindia, 87 Pelaut Ditemukan Tewas
BACA JUGA:Tanggapan Dubes Iran di Jakarta Terkait Tawaran Mediasi Indonesia
Sebenarnya di nota keuangan kita kan sudah ada sensitivity analysis. Satu dolar kenaikan ICP itu menyebabkan kenaikan defisit Rp 6,8 triliun, ujar Juda dalam Indonesia Economic Forum 2026, Rabu (4/3/2026) malam.
Di sisi lain, setiap rupiah melemah Rp 100 per dolar AS, maka dampaknya sekitar Rp 800 miliar. Jika yield naik p,1 persen maka akan menambah beban Rp 1,9 triliun defisit.
Kalau ICP harga minyak naik dampaknya bukan hanya kepada harga minyak, tentu saja kepada inflasi kita, kepada nilai tukar, kepada yield kita, ungkapnya.
Juga memastikan pemerintah telah melakukan stress test pada skenario yang paling masuk akal. Dan stress test yang kami lakukan pada skenario yang sangat plausible (masuk akal), yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah 3 persen, tutur Juda.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5204223/original/097954100_1745994907-IMG-20250430-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520754/original/021105900_1772636405-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_20.25.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3523314/original/039887800_1627442504-BRI_life.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)