Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait viral susu untuk progran Makan Bergizi Gratis (MBG) dijual di mininarket. Dia memastikan tidak ada kerja sama khusus untuk penyediaan susu berlabel MBG.
Dadan menegaskan tidak ada kontrak khusus dengan produsen susu untuk penyediaan dalam program MBG. Jika ditemukan ada susu yang berlabel MBG, menurutnya itu wewenang produsen semata.
BACA JUGA:BGN Soroti Kasus-kasus Pelajar di Tuban Keracunan Usai Santap MBG
BACA JUGA:Terapkan Prinsip \’No Service, No Pay\’, BGN Tegaskan Insentif SPPG Disetop Jika Fasilitas Tak Sesuai SOP
BACA JUGA:Baru Menjangkau 10%, Program MBG di Pondok Pesantren Bakal Dikebut
BACA JUGA:BGN Ungkap Alasan 1.789 Dapur MBG Disetop Sementara
BGN tidak pernah membuat kontrak dan berkomitmen dengan produsen manapun. Jadi kalau ada produsen yang untuk marketing-nya kemudian membuat tulisan susu sekolah, saya kira itu upaya dari yang bersangkutan, ungkap Dadan saat ditemui di Kantor Kementeriaan Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Hal ini merespons viral \’Susu Sekolah\’ yang ada di sebuah minimarket dan dijual dengan harga Rp 4.000 per kotak. Pada kemasan tersebut juga terlihat adanya tulisan yang merujuk pada MBG, yakni \’Susu gratis program MBG. Tidak untuk diperjualbelikan\’.
Dadan menegaskan lagi, pengadaan susu untuk MBG dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Serta, pembeliannya dilakukan secara langsung sesuai harga pasaran.
Tidak ada misalnya kita memberikan ke produsen tertentu nih kami bayar, kemudian nanti kasihkan ke MBG gratis, nggak ada. Jadi kami susu berbasis SPPG dibeli berbasis harga pasar yang ada, ujar dia.
Jadi kalau ada yang susu sekolah di pasaran, saya kira itu mungkin ada produsen yang berusaha supaya laku. Nah kemudian dijual di pasaran, bisa seperti itu, imbuh Dadan.
/2025/08/13/939672478.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
/2025/11/19/1688602766.jpg)
/2024/06/04/140834998.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1539763/original/095959400_1489728049-20170317-Pabrik-Semen-Rembang-Siap-Beroperasi-Gempur-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5276247/original/033412300_1751948567-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5204454/original/066255600_1746000657-Jepretan_Layar_2025-04-30_pukul_15.07.37.jpg)